- Studio Kampanye AI meluncurkan serial Jaka Tingkir Saga: Bengawan Sore di Jakarta pada 3 September 2026.
- Serial kolosal sepanjang 57 episode tersebut diproduksi seratus persen menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan tanpa lokasi syuting fisik.
- Tayangan yang dibintangi Dian Sidik dan Choky Andriano ini kini sudah dapat disaksikan melalui platform resmi.
Suara.com - Bayangkan sebuah film kolosal dengan ribuan prajurit, set kerajaan yang megah, dan medan perang yang luas, namun diproduksi tanpa satu pun kamera, tanpa lokasi syuting, bahkan tanpa seekor kuda pun di lapangan.
Hal yang terdengar mustahil ini baru saja diwujudkan oleh studio kreatif Kampanye AI melalui serial terbaru mereka, Jaka Tingkir Saga: Bengawan Sore.
Serial ini mencetak sejarah sebagai tayangan kolosal pertama di Indonesia yang diproduksi sepenuhnya, 100 persen, menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence).
Menghidupkan kembali memori kejayaan drama kolosal era 90-an, serial ini membawa napas baru bagi legenda Pajang-Jipang dengan kualitas visual yang setara layar lebar.
Menembus Batas Imajinasi Tanpa Biaya Miliaran
Dalam peluncuran perdananya di Hades VIP, Jakarta (3/9/2026), CEO Kampanye AI, Andi Sultan, mengungkapkan bahwa proyek ini adalah pembuktian besar.
Biasanya, produksi kolosal membutuhkan anggaran puluhan miliar Rupiah, ratusan kru, dan persiapan fisik yang melelahkan.
"Di sini tidak ada lokasi syuting, tidak ada set kerajaan yang dibangun, tidak ada ratusan figuran. Seluruh dunia Bengawan Sore, mulai dari pendopo Pajang hingga detail pertempuran di tepi sungai, dihasilkan sepenuhnya oleh AI," ujar Andi Sultan.
Meski menggunakan AI, sentuhan manusia tetap menjadi ruh utama. Setiap adegan diarahkan dengan pendekatan "Sinema AI", di mana sutradara tetap memegang kendali penuh atas tata kamera, pencahayaan, hingga koreografi silat yang presisi melalui ribuan instruksi visual (prompt) yang rumit.
Wajah Familiar dalam Balutan Teknologi
Menariknya, meski diproses secara digital, serial ini tetap "dibintangi" oleh deretan aktor ternama yang wajah dan karakternya dihidupkan kembali lewat AI.
Dian Sidik tampil gagah sebagai Jaka Tingkir, bersanding dengan Adelia Rasya sebagai Ratu Kalinyamat.
Aktor laga senior Choky Andriano tidak hanya menjabat sebagai CEO Kampanye AI, tetapi juga memerankan sang antagonis legendaris, Arya Penangsang.
Deretan nama lain seperti Dede Wijaya Pratama, Angga Candra, hingga Rianto turut memperkuat jajaran karakter dalam saga ini.
"Ini bukan sekadar remake. Ini adalah cara baru bercerita. Kami ingin generasi 90-an dan anak-anak mereka bisa menikmati legenda Nusantara dengan pengalaman visual yang benar-benar baru," ucap Choky Andriano.
57 Episode Perjalanan Menuju Takhta Pajang
Jaka Tingkir Saga: Bengawan Sore merangkum perjalanan epik seorang pemuda dari Tingkir hingga menjadi raja pertama Pajang di abad ke-16.
Penonton akan dibawa menyelami intrik politik, duka Ratu Kalinyamat, hingga duel maut yang menentukan nasib Tanah Jawa di tepi Bengawan Sore.
Sebanyak 57 episode serial ini sudah bisa dinikmati mulai hari ini melalui platform OTT Dynasty Shorts (tersedia di App Store dan Google Play) atau melalui situs resmi jakatingkir.id.
Babak Baru Industri Kreatif
Keberhasilan proyek ini menjadi sinyal hijau bagi masa depan konten lokal. Kampanye AI bahkan sudah membocorkan rencana besar berikutnya: menghidupkan kembali legenda Prabu Siliwangi dan Tutur Tinular dengan teknologi serupa.
"Kami membuktikan bahwa cerita sejarah kita tidak harus menunggu anggaran raksasa untuk bisa diproduksi secara berkualitas. Dengan AI, legenda Nusantara bisa hidup kembali secepat imajinasi kita," tutur Choky optimis.
Bagi Anda pecinta kisah kolosal, bersiaplah menyaksikan bagaimana teknologi masa depan merajut kembali sejarah masa lalu dalam satu genggaman.