- Komika pendukung Houthi, Ibrahim Sharaf al-Din, menyindir kondisi ekonomi di Sanaa pada 21 September 2026.
- Ia mengeluhkan gaji yang terhenti serta kesulitan membayar tunggakan sewa tempat tinggal di wilayah kekuasaan Houthi.
- Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap krisis ekonomi yang dialami warga akibat pengambilalihan kekuasaan tahun 2014.
Suara.com - Eskalasi di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir ini semakin panas pasca serangan kelompok Houthi di Yaman ke ibu kota Arab Saudi, Riyadh.
Sebelumnya pihak Arab Saudi menyebut pihaknya berhasil gagalkan drone Houthi yang bakal menyerang Ka'bah di Makkah.
Meski dalam kondisi kian panas ini salah satu komika yang dikenal sebagai pendukung kelompok Houthi, Ibrahim Sharaf al-Din justru membuat materi komedi tepi jurang.
Ibrahim Sharaf al-Din melontarkan sindiran tajam mengenai kondisi ekonomi dan kehidupan warga di wilayah yang dikuasai kelompok Houthi.
Sindiran itu disampaikan bertepatan dengan peringatan 21 September, tanggal yang oleh sebagian warga Yaman disebut sebagai Hari Nakbah atau peringatan pengambilalihan kekuasaan oleh Houthi pada 2014.
![Kelompok Houthi kembali melontarkan ancaman terhadap Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan kedua pihak. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/20/70150-houthi.jpg)
Dalam video yang dibagikan bertepatan dengan peringatan tersebut, Sharaf al-Din mengeluhkan persoalan yang dihadapinya di ibu kota Sanaa.
Ia menyebut gaji masih terhenti dan dirinya kesulitan membayar tunggakan sewa tempat tinggal.
Dengan nada menyindir, ia mengucapkan selamat atas peringatan tersebut sambil menyinggung kondisi ekonomi yang disebutnya semakin sulit.
"Kami mengucapkan selamat dan memberikan ucapan terbaik pada kesempatan besar ini, kesempatan kesulitan yang sangat berat, mencari uang sewa dan tunggakan sewa. Semoga setiap tahun tidak ada kesehatan, kebaikan maupun kesejahteraan," ujar Sharaf al-Din dikutip dari Almashhad.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena disampaikan dari Sanaa, wilayah yang berada di bawah kendali Houthi.
Menurut Al-Mashhad Al-Yemeni, ucapan itu mencerminkan kekecewaan terhadap kondisi ekonomi dan kehidupan yang dialami warga, termasuk orang-orang yang mendukung kelompok tersebut.
Keluhan mengenai gaji yang tidak dibayarkan menjadi salah satu persoalan yang disinggung Sharaf al-Din.
Ia juga mengaku tidak mampu melunasi tunggakan sewa tempat tinggalnya di Sanaa.
Laporan Al-Mashhad Al-Yemeni menyebut Sharaf al-Din sebagai aktor komedi yang sebelumnya dikenal mendukung Houthi.