- Mohammed Miftah selaku pejabat Houthi memperingatkan ancaman penutupan bandara Arab Saudi pada Minggu, 20 September 2026.
- Ancaman tersebut disampaikan di Sana'a sebagai bentuk balasan atas blokade dan serangan terhadap wilayah Yaman.
- Kelompok Houthi menegaskan akan merespons agresi militer dengan prinsip eskalasi dibalas eskalasi terhadap infrastruktur Arab Saudi.
Suara.com - Kelompok Houthi kembali melontarkan ancaman terhadap Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan kedua pihak.
Kali ini, Houthi memperingatkan kemungkinan menargetkan aktivitas penerbangan dan menutup bandara-bandara Saudi.
Ancaman tersebut disampaikan Mohammed Miftah, pelaksana tugas kepala pemerintahan yang dibentuk Houthi di Sana'a, sebagaimana diberitakan media Mesir Al-Bawaba News, Minggu (20/9/2026).
Miftah mengatakan Houthi akan merespons setiap kekuatan yang melakukan serangan terhadap wilayah Yaman.
Ia juga mengisyaratkan bahwa respons tersebut dapat mencakup tindakan terhadap lalu lintas penerbangan di Arab Saudi.
![Laporan gambar dan rekaman asap yang membumbung dari fasilitas-fasilitas di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh setelah serangan rudal balistik [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/20/71973-serangan-houthi-di-arab-saudi.jpg)
“Kami akan merespons setiap kekuatan yang melakukan agresi terhadap Yaman,” kata Miftah.
Ia menegaskan kelompoknya menganut prinsip eskalasi dibalas dengan eskalasi.
Menurut Miftah, tekanan dan blokade yang disebut diberlakukan Saudi terhadap Yaman dapat dibalas dengan langkah untuk mengganggu atau menutup aktivitas bandara.
“Blokade yang diberlakukan Arab Saudi terhadap Yaman dapat dibalas dengan penutupan bandara,” ujarnya.
Houthi Klaim Mampu Balas Serangan
Miftah juga mengklaim Houthi memiliki kemampuan untuk merespons serangan terhadap fasilitas di Yaman dengan menyerang sejumlah fasilitas lain.
Namun, ia mengatakan kelompok tersebut berupaya menghindarkan warga sipil dan fasilitas sipil dari dampak langsung konfrontasi.
Pernyataan itu muncul ketika konflik antara Houthi dan pihak yang didukung Saudi di Yaman kembali meningkat.
Dalam beberapa pekan terakhir, Houthi juga memperluas aktivitas militernya di sepanjang pesisir Laut Merah dan wilayah strategis dekat Bab el-Mandeb.
Ancaman terhadap Penerbangan Saudi