- Deus Ex Machina Indonesia sukses menggelar festival Deus Slidetober 2026 di Bali pada 23–25 Oktober lalu.
- Festival tahunan tersebut menghadirkan berbagai kegiatan seperti kompetisi selancar, pameran seni, dan balap motor kustom.
- Band surf rock The Panturas tampil di malam penutupan yang menandai berakhirnya rangkaian acara secara meriah.
Suara.com - Tabrakan kultur antara aroma bensin, deburan ombak pesisir Bali, dan distorsi gitar rock berpadu sempurna dalam perhelatan Deus Slidetober 2026.
Digelar oleh Deus Ex Machina Indonesia pada 23–25 Oktober lalu, festival tahunan yang memadukan selancar, balap motor kustom, seni visual, dan musik ini resmi menutup tirainya dengan sebuah perayaan akbar yang tak terlupakan.
Puncaknya, band surf rock asal Jatinangor, The Panturas, sukses membakar panggung malam penutupan dan mengubah arena festival menjadi lantai dansa yang penuh keringat dan euforia.
Tiga Hari Penuh Adrenalin dan Aksi Nyentrik
Perjalanan tiga hari Slidetober dibuka sejak hari pertama lewat kompetisi selancar di perairan Bali.
![Dress Up Drag Races di Pantai Pasut, Bali dari ajang Deus Slidetober 2026 berlangsung sukses menghadirkan para racer dengan berbagai kostum nyentrik. [Deus Ex Machina]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/30/82720-deus-slidetober-2026.jpg)
Mengarungi ombak yang kian meninggi dan menantang, para surfer adu kelihaian dalam membaca ritme laut.
Setelah seharian berjibaku dengan deburan ombak, suasana mencair hangat di malam hari lewat pesta barbekyu live grill sajian WTF, menyambut para partisipan dalam keakraban khas komunitas pesisir.
Hari kedua menyajikan tontonan paling unik sekaligus ikonik: Dress Up Drag Races di Pantai Pasut.
Meski start sempat tertunda akibat pasang laut dan gelombang tinggi, antusiasme peserta tak surut sedikit pun. Begitu garis pantai terbuka, deru knalpot mesin 2-tak dan 4-tak langsung memecah kesunyian pantai.
Adu cepat di atas pasir hitam ini semakin semarak berkat kostum-kostum jenaka dan nyentrik yang dikenakan para pembalap, menegaskan bahwa di sini, gaya sama pentingnya dengan kecepatan.
Menyusuri Seni hingga Terjangan Debu Swank Rally
![Salah seorang peselancar unjuk kebolehan di sebuah pantai di Bali di ajang Deus Slidetober 2026. [Deus Ex Machina]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/30/47573-deus-slidetober-2026.jpg)
Saat matahari terbenam di hari kedua, atmosfer liar sejenak berganti menjadi lebih intim. Markas Deus, Temple of Enthusiasm, bertransformasi menjadi galeri seni.
Seniman Andre Yoga membuka pameran tunggalnya bertajuk "A Familiar Distance", mengajak para pengunjung menyelami karya-karyanya.
Sementara di area belakang, Deus Pits sibuk mengocok koktail spesial diiringi alunan musik live yang memanjakan telinga hingga larut malam.
Memasuki hari ketiga, adrenalin kembali dipompa ke titik tertinggi lewat ajang Swank Rally.
Lintasan tanah baru yang sarat rintangan sukses menguji ketangguhan mesin dan kelihaian pengendara.
Tak sedikit motor yang terbatuk-batuk hingga mogok akibat busi kotor terkena pasir dan lumpur. Namun, pantang menyerah adalah kuncinya.
Seluruh pengendara berhasil menyentuh garis finis dengan senyum lebar dan baju berlumur debu, bahkan langsung sibuk merencanakan aksi mereka untuk edisi tahun depan.
Pesta Puncak: Ombak Rock dari Jatinangor
Klimaks Deus Slidetober 2026 meledak pada malam penutupan. Setelah seremoni pengumuman juara dari berbagai divisi balap dan selancar selesai digelar, giliran panggung musik yang mengambil alih kendali.
Sorotan utama malam itu jatuh kepada The Panturas.
Kehadiran kuartet asal Jatinangor ini terasa seperti kepingan puzzle yang jatuh di tempat yang tepat: musik surf rock berkecepatan tinggi berbalut nuansa laut yang mereka bawakan menjadi representasi audio yang paling pas untuk merangkum esensi Slidetober, pertemuan abadi antara papan selancar dan roda dua.
Kerumunan sontak berguncang, melompat, dan bernyanyi bersama hingga akhir set.
Bukan Sekadar Menang, Ini Soal Persaudaraan
Di balik riuh suara knalpot dan dentuman drum, Slidetober sejatinya membawa pesan yang lebih dalam.
Director Deus Ex Machina Indonesia, Arthur Jean Alois Perrin, menegaskan bahwa festival ini bukan panggung kompetisi yang kaku, melainkan ruang perayaan atas gaya hidup dan kebebasan.
"Slidetober lebih dari sekadar acara motor. Bagi kami, ini adalah perayaan atas segala hal yang diperjuangkan Deus: kreativitas, kebebasan, persahabatan, dan hasrat bersama untuk berkendara, baik di atas dua roda maupun di atas papan selancar," kata Arthur.
Arthur menambahkan, semangat kekeluargaan inilah yang membuat Slidetober selalu terasa hangat dan bersahaja dari tahun ke tahun.
"Pada akhirnya, ini bukan soal siapa yang memenangkan balapan. Ini soal bersenang-senang, berkumpul bersama, dan merayakan apa yang kita cintai," tuturnya.
Pihak Deus Ex Machina Indonesia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peselancar, pembalap, seniman, musisi, serta komunitas yang telah menyukseskan Slidetober 2026.
Rangkuman visual dan dokumentasi keseruan akhir pekan legendaris ini dijadwalkan akan segera dirilis dalam waktu dekat.