- Guru Besar FEB UI Profesor Rhenald Kasali menyatakan konser internasional di Indonesia memicu experience economy dan mempromosikan pariwisata.
- Penyanyi Andrea Bocelli dijadwalkan menggelar konser di Candi Borobudur dan Jakarta pada akhir Oktober hingga November 2026.
- Penyelenggara konser menggalang donasi kemanusiaan berupa sepatu bagi anak-anak terdampak konflik di Palestina serta berbagai wilayah lainnya.
"Contohnya saja di Italia, banyak tempat-tempat bersejarah menjadi tempat pertunjukan seni. Di Yunani, Acropolis," kata dia.
Terkait dinamika dan kontroversi yang sempat mewarnai rencana konser sang maestro di tanah air, Rhenald mengingatkan pentingnya konsep nilai bersama (shared value) yang inklusif dan adil.
Melalui pendekatan ini, manfaat ekonomi dan promosi wisata dapat dinikmati masyarakat, sementara kepekaan terhadap suara publik tetap terakomodasi dengan baik.
Salah satu wujudnya terlihat dari inisiatif sosial yang disematkan dalam rangkaian kegiatan konser. Penyelenggara acara, Shoemaker Live, menggalang donasi kemanusiaan untuk anak-anak terdampak konflik di Palestina serta wilayah lainnya, baik dari kalangan pembeli tiket maupun publik yang tidak menonton langsung.
"Saya juga mendengar panitia akan membagikan sepatu untuk anak-anak Palestina, itu baik. Lalu ada lampion, di mana orang-orang bisa meletakkan harapan di sana. Ini akan menjadi baik. Dampaknya bukan hanya kepada penonton Indonesia, tapi negara lain," kata dia.
Rhenald kembali menekankan bahwa setiap penyelenggaraan konser di Indonesia selayaknya diposisikan sebagai peluang bersama yang mengalirkan dampak positif bagi beragam lapisan masyarakat.
"Itulah dampak ekonomi dari sebuah pertunjukan. Ada yang harus didengarkan, dan juga di sisi lain ada dampak ekonominya," kata Rhenald Kasali.