Musik Batak Tidak Pernah Usang

Bernard Chaniago

Sabtu, 07 Mei 2016 | 14:42 WIB
  • Lagu batak tidak pernah salah namun ia menilai bahwa yang salah adalah selama ini aransemen lagu-lagunya.
    Lagu batak tidak pernah salah namun ia menilai bahwa yang salah adalah selama ini aransemen lagu-lagunya.
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
    Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
    Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
    Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
    Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
    Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
    Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
    Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
    Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
    Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
    Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
    Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Lagu batak tidak pernah salah namun ia menilai bahwa yang salah adalah selama ini aransemen lagu-lagunya.
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang
  • Musik Batak Tidak Pernah Usang

Suara.com - Ruang berwarna merah tua mengelilingi sebagian ruangan, dua layar computer, meja kayu, beberapa speaker besar bersanding di sudut kanan dan kiri meja kerja sang musisi hebat, itulah sebuah kotak kedap suara dimana seorang anak muda kelahiran Jakarta berdarah Batak mengerjakan karya-karya gemilang hasil aransemen lagu Batak dengan gaya Viky Sianipar.

Enam belas tahun silam, ketika ayahnya Viky, Monang Sianipar meminta kepadanya untuk dibuatkan aransemen lagu Batak “Anakku Na Burju”. “ Kalau aku bikin lagu Batak, apa kata dunia nanti…bisa malulah aku,” ujar Viky dengan logat bataknya.

Lanjut cerita dengan bujukan dan rayuan ayahnya, akhirnya Viky menerima permintaan untuk mengaransemen dengan bermalas-malasan. “Tak pernah kudengarkan hasil aransemen itu setelah selesai. Tapi ayahku sangat menyukainya. Lagunya itu diputarnya berulang-ulang di kantor dan di mobil”, kata pria penggemar David Foster dan The Beatles.

Pria kelahiran 39 tahun silam ini dari kecil anti Batak namun ia mendapatkan pengalaman spiritual ketika menjelajah di salah satu puncak Danau Toba ia merasakan pertama kalinya bangga sebagai orang Batak.

“Barulah aku mengerti saat ini, mengapa banyak seniman besar lahir dari tempat ini, Danau Toba banyak menginspirasikan manusia-manusia besar Batak, melalui alam yang indah seakan Tuhan memberikan berkat yang luar biasa terhadap orang Batak. Kukira Tuhan hanya tersenyum waktu menciptakan tanah Sunda. Rupanya Dia menciptakan Danau Toba bahkan dengan tawa ceria,” ujarnya.

Menurut Viky lagu Batak tidak pernah salah namun ia menilai bahwa yang salah adalah selama ini aransemen lagu-lagunya oleh karena itu ia mengaransemen lagu-lagu Batak dengan gayanya dan menganggapnya sebagai lagu baru.

Sebagai musisi, Viky tetap menjaga instrument tradisi, gaya asli musik Batak, notasi vokal dan lirik yang dibuat penciptanya. Upaya yang dilakukannya dengan pelestarian musik batak tidaklah statis akan tetapi menyesuaikan dengan kondisi zaman yang serba teknologi, modern dan terus berkembang.

Tidak mudah buat pria yang hobi berolahraga Basket ini, dalam menjalani lika-liku bermusik khususnya dalam aransemen musik Batak, bahkan ada pihak yang menentang seperti musisi, industri musik bahkan masyarakat Batak yang tidak setuju dan menganggap musik Viky Sianipar adalah merusak musik asli Batak.

Ternyata seiring berjalannya waktu, kurang lebih tujuh album lagu aransemen Batak telah diluncurkan Viky untuk generasi muda Batak. Viky melestarikan seni tradisional dengan mempertahankan inovasi dan sentuhan-sentuhan cerdas dan menjaga nilai-nilai tradisional itu tetap diminati oleh generasi muda.

Selama 12 tahun mengenalkan lagu-lagu dengan gaya aransemennya kepada anak-anak muda Batak, ia merasa sudah melihat dan merasakan ada kemajuan dan sudah banyak yang mencintai lagu Batak dengan gaya Viky Sianipar.

Selain itu, sebagai musisi ia mencoba menjaga ritme dalam berkarya dan terus mencoba cara baru dalam mengenalkan musik Batak. Sebagai bapak dua orang anak, Viky memiliki misi pribadi dalam berkarya dan hidupnya yaitu membuat dunia menjadi lebih baik dengan cara memberikan pencerahan kepada dunia melalui musik.

Penggemar buku Harry Potter ini mengaku merasa tidak puas dengan apa yang dihasilkannya saat ini karena targetnya bukan hanya anak-anak muda Indonesia cinta kepada musik daerah namun ia akan mengenalkan musik Batak kepada dunia dengan konser Toba World yang sedang dipersiapkannya.

Foto dan Teks: [Antara/M Agung Rajasa]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

105 Mitra Pengemudi Grab Dapat Kesempatan Umrah

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 05:00 WIB

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

×