alexametrics

Dalam 9 Bulan Terakhir, Limbah Elektronik di Jakarta Capai 22 Ton

Oke Atmaja | Angga Budiyanto
Petugas memilah limbah elektronik (e-waste) dan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya) di gudang penyimpanan limbah e-waste dan limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Kramat Jati, Jakarta, Kamis (19/11/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas memilah limbah elektronik (e-waste) dan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya) di gudang penyimpanan limbah e-waste dan limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Kramat Jati, Jakarta, Kamis (19/11/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengumpulkan sebanyak 22 ton atau 22.683 kilogram limbah elektronik (e-waste)

Suara.com - Petugas memilah limbah elektronik (e-waste) dan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya) di gudang penyimpanan limbah e-waste dan limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Kramat Jati, Jakarta, Kamis (19/11/2020). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengumpulkan sebanyak 22 ton atau 22.683 kilogram limbah elektronik (e-waste) pada periode Februari hingga Oktober 2020.

Kepala Dinas LIngkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih menjelaskan ribuan kilogram limbah elektronik tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari perkantoran baik perusahaan swasta maupun pemerintah hingga rumah tangga. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Komentar