alexametrics

Kembali Bangkitnya Gigs Musik Bawah Tanah

Oke Atmaja
Kembali Bangkitnya Gigs Musik Bawah Tanah
Penonton berselancar di keramaian atau‘crowd surfing’saat menyaksikan penampilan salah satu band dalam acara musik South Fest #2 di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Sebuah gigs underground akhirnya digelar secara langsung di salah satu hotel di Jakarta.

Suara.com - Pandemi COVID-19 membuat semua kegiatan yang bersifat mengumpulkan banyak orang atau membuat kerumunan untuk sementara waktu harus ditiadakan, salah satunya pertunjukan musik atau konser. Hal ini tentu saja berdampak besar pada musisi, pelaku musik, mereka yang menggantungkan hidup pada musik, serta penggemar musik itu sendiri.

Personel salah satu band yang tampil dalam acara musik South Fest #2, The Pandan Wangi mempersiapkan alat musiknya di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Personel salah satu band yang tampil dalam acara musik South Fest #2, The Pandan Wangi mempersiapkan alat musiknya di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Acara-acara musik virtual atau daring pun digelar, dengan harapan bisa membangkitkan kembali ekosistem di dunia permusikan. Namun sayangnya, tidak semua genre musik bisa digelar secara virtual, ada semacam ‘marwah’yang hilang ketika tidak adanya  interaksi langsung antara musisi di panggung dengan penonton. Seperti yang terjadi pada pertunjukan musik bawah tanah (underground) yang tetap harus digelar secara langsung.

Personel salah satu band yang tampil dalam acara musik South Fest #2, The Pandan Wangi mempersiapkan alat musiknya di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Personel salah satu band yang tampil dalam acara musik South Fest #2, The Pandan Wangi mempersiapkan alat musiknya di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Akan tetapi, pada suatu sore sebuah ‘oase’muncul dari kekeringan parah yang melanda para penggemar musik bawah tanah. Sebuah gigs underground  akhirnya digelar secara langsung di salah satu hotel di Jakarta. Hal tersebut tentunya tidak disia-siakan oleh mereka yang sudah ‘dehidrasi’sedemikian hebat, karena selama sekitar satu tahun lebih tujuh bulan tidak ada satupun pertunjukan musik yang mereka lihat secara langsung. Tiketpun terjual habis, bahkan sebelum hari pertunjukan dimulai.

Penonton berselancar di keramaian atau‘crowd surfing’saat menyaksikan penampilan salah satu band dalam acara musik South Fest #2 di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Penonton berselancar di keramaian atau‘crowd surfing’saat menyaksikan penampilan salah satu band dalam acara musik South Fest #2 di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Untuk diketahui, pemerintah mulai melonggarkan satu demi satu pembatasan kegiatan masyarakat seiring menurunnya kasus COVID-19. Salah satunya, pemerintah memperbolehkan penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan orang banyak dengan skala besar seperti konferensi, pameran dagang, acara olahraga, festival, konser, pesta hingga acara pernikahan, tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Penonton berselancar di keramaian atau‘crowd surfing’saat menyaksikan penampilan salah satu band dalam acara musik South Fest #2 di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Penonton berselancar di keramaian atau‘crowd surfing’saat menyaksikan penampilan salah satu band dalam acara musik South Fest #2 di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Salah satu pertunjukan musik bawah tanah itu bertajuk South Fest#2, yang menampilkan sejumlah band beraliran Hardcore/Punk, Punk Rock, Pop Punk, hingga Orkes. Venue yang terbilang kecil –namun ideal untuk gigs musik underground pun penuh sesak oleh penonton yang rindu akan suasana intim gigs underground.

Personel salah satu band yang tampil dalam acara musik South Fest #2, The Pandan Wangi mempersiapkan alat musiknya di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Personel salah satu band yang tampil dalam acara musik South Fest #2, The Pandan Wangi mempersiapkan alat musiknya di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Moshing, Sing Along, Crowd Surfing hingga Stage Diving yang notabene menjadi nyawa dari pertunjukan musik bawah tanah hampir tidak berhenti sepanjang penampilan band membawakan lagu-lagu mereka.

Personel salah satu band yang tampil dalam acara musik South Fest #2, The Pandan Wangi mempersiapkan alat musiknya di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Personel salah satu band yang tampil dalam acara musik South Fest #2, The Pandan Wangi mempersiapkan alat musiknya di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Satu nama yang menjadi penampil terakhir atau Headliner  yang juga tentunya paling ditunggu-tunggu oleh para penonton adalah band dari Jakarta beraliran Hardcore/Punk, Straight Answer. Para penonton sontak maju memenuhi ruang yang belum terisi hingga penuh sesak, bahkan saat para personel masih menyiapkan alat musik mereka. Lagu pertama dibawakan, dan atmosfer di venue langsung pecah, chaos, dan menggairahkan. 

Personel salah satu band yang tampil dalam acara musik South Fest #2, The Pandan Wangi mempersiapkan alat musiknya di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Personel salah satu band yang tampil dalam acara musik South Fest #2, The Pandan Wangi mempersiapkan alat musiknya di Jakarta, Minggu (10/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Menjelang akhir pertunjukan, Straight Answer membawakan satu lagu andalan mereka, satu lagu yang diciptakan untuk membakar semangat bagi siapapun yang mendengarkan lagu-lagu mereka, dan memang dirancang untuk dinyanyikan bersama-sama. Lagu itu berjudul ‘Bangkit Melawan atau Duduk Ditindas,’yang seakan berisi nasihat sekaligus motivasi untuk terus bangkit dari segala kesulitan yang melanda,  terlebih pada masa pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Foto dan Teks


Suara.com/Angga Budhiyanto

Komentar