Mengenang 20 Tahun Bencana Gempa dan Tsunami Aceh

Dwi Bowo Raharjo, Alfian Winanto

Kamis, 26 Desember 2024 | 20:12 WIB
  • Foto kolase sebuah alat berat membersihkan serpihan puing yang berserakan akibat tsunami di jalan kota dan halaman Masjid Raya Baiturrahman (kiri) dan pekerja dengan menggunakan alat berat memperbaiki payung elektrik di halaman Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]
    Foto kolase sebuah alat berat membersihkan serpihan puing yang berserakan akibat tsunami di jalan kota dan halaman Masjid Raya Baiturrahman (kiri) dan pekerja dengan menggunakan alat berat memperbaiki payung elektrik di halaman Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]
  • Puing sebuah becak motor khas Aceh dengan latar belakang monumen pesawat Dakota RI-001 Seulawah (kiri) dan warga berolahraga di monumen pesawat Dakota RI-001 Seulawah di Blangpadang, Banda Aceh, Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]
    Puing sebuah becak motor khas Aceh dengan latar belakang monumen pesawat Dakota RI-001 Seulawah (kiri) dan warga berolahraga di monumen pesawat Dakota RI-001 Seulawah di Blangpadang, Banda Aceh, Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]
  • Foto kolase sebuah alat berat membersihkan serpihan puing yang berserakan akibat tsunami di jalan kota dan halaman Masjid Raya Baiturrahman (kiri) dan pekerja dengan menggunakan alat berat memperbaiki payung elektrik di halaman Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]
  • Puing sebuah becak motor khas Aceh dengan latar belakang monumen pesawat Dakota RI-001 Seulawah (kiri) dan warga berolahraga di monumen pesawat Dakota RI-001 Seulawah di Blangpadang, Banda Aceh, Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]

Suara.com - Minggu, 26 Desember 2004 pukul 07.59 WIB bumi di Provinsi Aceh berguncang kuat. Gelombang air laut dari Samudera Hindia meratakan sebagian besar bumi serambi Mekah dengan tanah dan lumpur.

Foto kolase warga berjalan diantara puing-puing dan kapal nelayan yang dibawa gelombang tsunami di depan Hotel Medan (kiri) dan warga melintas di depan Hotel Medan di Peunayong, Banda Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]
Foto kolase warga berjalan diantara puing-puing dan kapal nelayan yang dibawa gelombang tsunami di depan Hotel Medan (kiri) dan warga melintas di depan Hotel Medan di Peunayong, Banda Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]

Bencana gempa berkekuatan 9.3 Skala Richter (SR) itu juga menyebabkan serangkaian tsunami dahsyat di sepanjang daratan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.

Foto kolase tumpukan kayu dan puing-puing yang dibawa gelombang tsunami di kawasan bundaran tugu Simpang Lima, Banda Aceh (kiri) dan pengguna lalu lintas melintas di kawasan bundaran tugu Simpang Lima, Banda Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]
Foto kolase tumpukan kayu dan puing-puing yang dibawa gelombang tsunami di kawasan bundaran tugu Simpang Lima, Banda Aceh (kiri) dan pengguna lalu lintas melintas di kawasan bundaran tugu Simpang Lima, Banda Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]

Untuk di pesisir negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan Myanmar serta di beberapa negara Asia Selatan, termasuk Sri Lanka, Maldives, dan India. Bahkan gelombang tsunami juga mencapai sejumlah negara di pantai timur Afrika seperti Somalia dan Seychelles.

Setidaknya terdapat 16 negara yang terkena dampak akibat gempa dan Indonesia merupakan negara terdampak tsunami terbesar, terutama di Aceh.

Foto kolase warga berjalan diantara puing-puing dan kapal nelayan yang dibawa gelombang tsunami di depan Hotel Medan (kiri) dan warga melintas di depan Hotel Medan di Peunayong, Banda Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]
Foto kolase warga berjalan diantara puing-puing dan kapal nelayan yang dibawa gelombang tsunami di depan Hotel Medan (kiri) dan warga melintas di depan Hotel Medan di Peunayong, Banda Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]

Hari yang kelam 20 tahun lalu itu telah meluluhlantakkan rumah, pertokoaan, gedung perkantoran dan berbagai fasilitas publik, pemukiman dan jalan dipenuhi puing-puing bangunan dan mayat para syuhada korban bencana.

Foto kolase warga dan korban bencana gelombang tsunami berkumpul di kawasan bundaran Simpang Lima, Banda Aceh (kiri) dan pengendara melintas di kawasan bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]
Foto kolase warga dan korban bencana gelombang tsunami berkumpul di kawasan bundaran Simpang Lima, Banda Aceh (kiri) dan pengendara melintas di kawasan bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]

Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nanggroe Aceh Darussalam dan Nias (BRR NAD-Nias) melaporkan bahwa musibah tersebut mengakibatkan 200 ribu orang lebih meninggal dan hilang. Sekitar 650.000 hektare lahan pemukiman dan pertanian hancur.

Foto kolase bangunan swalayan Pante Pirak yang rusak parah akibat gempa bumi (kiri) dan Warga melintas di depan bangunan swalayan Pante Pirak yang telah dibangun kembali dan berganti nama dengan Suzuya di Banda Aceh, Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]
Foto kolase bangunan swalayan Pante Pirak yang rusak parah akibat gempa bumi (kiri) dan Warga melintas di depan bangunan swalayan Pante Pirak yang telah dibangun kembali dan berganti nama dengan Suzuya di Banda Aceh, Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]

Dari total 36.145 unit rumah yang ada, sebanyak 20.917 unit mengalami kerusakan, dan 162 unit fasilitas sosial juga terimbas, dengan tingkat kerusakan mencapai 62,31 persen.

Foto kolase tumpukan kayu yang dibawa gelombang tsunami 26 Desember 2004 di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRK) Banda Aceh (kiri) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti apel di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang telah menjadi kantor Diskominfotik Kota Banda Aceh di Banda Aceh, Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]
Foto kolase tumpukan kayu yang dibawa gelombang tsunami 26 Desember 2004 di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRK) Banda Aceh (kiri) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) mengikuti apel di halaman Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang telah menjadi kantor Diskominfotik Kota Banda Aceh di Banda Aceh, Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]

20 tahun atau dua dekade setelah bencana gempa dan tsunami melanda Aceh, kondisi pembangunan infrastruktur dan ketahanan masyarakat di provinsi paling barat Indonesia itu menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Foto kolase seekor gajah menarik sebuah kendaraan jeep diantara bangunan yang rusak akibat diterjang tsunami (kiri) dan warga melintas dengan menggunakan kendaraan bermotor di Surin, Banda Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]
Foto kolase seekor gajah menarik sebuah kendaraan jeep diantara bangunan yang rusak akibat diterjang tsunami (kiri) dan warga melintas dengan menggunakan kendaraan bermotor di Surin, Banda Aceh (kanan). [ANTARA FOTO]

Tsunami 2024 sebagai sebuah pengingat, bencana maha dasyat pada akhir Desember 2004 yang telah membuka mata dunia untuk lebih memahami tentang mitigasi bencana, solidaritas kemanusian dan pendidikan kebencanaan untuk generasi yang akan datang. [ANTARA FOTO]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenang 20 Tahun Tsunami Aceh: Duka tak Berujung Para Penyintas

Mengenang 20 Tahun Tsunami Aceh: Duka tak Berujung Para Penyintas

Liks | Kamis, 26 Desember 2024 | 19:26 WIB

Kisah Delisa, Penyintas Tsunami Aceh 2004 yang Kehilangan Ibu dan Kaki Kirinya

Kisah Delisa, Penyintas Tsunami Aceh 2004 yang Kehilangan Ibu dan Kaki Kirinya

Lifestyle | Kamis, 26 Desember 2024 | 18:38 WIB

20 Tahun Tsunami Aceh, Cerita Seorang Ibu Kehilangan 2 Anak dan Suami: Tak Tahu Kuburannya...

20 Tahun Tsunami Aceh, Cerita Seorang Ibu Kehilangan 2 Anak dan Suami: Tak Tahu Kuburannya...

Lifestyle | Kamis, 26 Desember 2024 | 14:05 WIB

Terkini

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00 WIB

Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer

Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:50 WIB

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:45 WIB

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:36 WIB

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:30 WIB

4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering

4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:20 WIB

Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak

Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:11 WIB

Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya

Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:10 WIB

Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam

Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:08 WIB

Nasib Tragis Bintang Film Dewasa Alami Kerusakan Otak Permanen, Minta Ganti Rugi Rp45 M

Nasib Tragis Bintang Film Dewasa Alami Kerusakan Otak Permanen, Minta Ganti Rugi Rp45 M

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:03 WIB

×