Suara.com - Foto udara Jembatan Ampera yang diselimuti kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (5/8/2026). Berdasarkan pantauan satelit Himawari SM 9 pada Rabu (5/8) pukul 16.00 WIB melalui situs BMKG, sebaran asap terdeteksi di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Meningkatnya ancaman karhutla di Sumatera Selatan mendorong BNPB kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada 4-10 Agustus 2026. Operasi dilakukan untuk membantu penanganan darurat asap sekaligus menekan potensi meluasnya kebakaran.
BNPB mencatat jumlah titik panas di Sumatera Selatan meningkat dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pemantauan satelit NASA NOAA-20, hotspot naik dari 46 titik pada 2 Agustus menjadi 104 titik pada 3 Agustus 2026, sehingga risiko karhutla semakin tinggi.
Operasi Modifikasi Cuaca dipusatkan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. Pada hari pertama, pesawat menyemai 1.000 kilogram bahan semai di wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir yang menghasilkan hujan berintensitas ringan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla hingga 30 November 2026. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penanganan selama puncak musim kemarau. [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc]