Suara.com - Pengunjung memilih buku yang akan dibaca di Perpustakaan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (7/8/2026). Kemampuan membaca secara nasional masih belum mencapai 50 persen.
Data tersebut disampaikan Perpustakaan Nasional berdasarkan berbagai hasil survei dan kajian, termasuk PISA, World Bank, serta Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yang menunjukkan kondisi literasi Indonesia masih menghadapi tantangan.
Persoalan tersebut bukan berarti mayoritas masyarakat Indonesia tidak bisa membaca. Pemerintah sebelumnya mencatat angka melek aksara sudah lebih dari 96 persen. Tantangannya kini bergeser pada kemampuan memahami informasi, menarik kesimpulan, serta menggunakan pengetahuan dari bacaan.
Kondisi tersebut menunjukkan tantangan literasi Indonesia kini bukan hanya soal akses terhadap buku, tetapi juga kemampuan memahami informasi. Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan membaca kritis menjadi semakin penting agar masyarakat tidak mudah menerima informasi secara mentah. [Suara.com/Alfian Winanto]