SUARA GARUT - Menteri Luar Negeri Saudi mengecam keras tindakan polisi Israel yang melakukan kekerasan "terang-terangan" terhadap para jemaah di dalam Masjid Al-Aqsa.
Kepolisian Israel beralasan bahwa orang-orang mereka masuk ke dalam Masjid Al-Aqsa untuk mengusir para penghasut.
Namun yang terjadi justru tindak kekerasan dan penangkapan terhadap warga Palestina yang sedang beribadah yang berada di halaman dan di dalam Masjid Al-Aqsa.
Beredar rekaman video berisi tentara Israel yang secara brutal memukuli warga palestina di dalam dan di luar masjid Al-Aqsa.
Dilansir garut.suara.com dari Al Arabiya news bahwa 5 April 2023, tentara Israel tiba-tiba datang dan melakukan pemukulan terhadap warga Palestina.
Selain itu tim paramedis Palestina Bulan Sabit Merah juga melaporkan bahwa tentara israel mencegah mereka menjangkau para korban luka setelah penyerangan terjadi.
Warga Palestina yang menjadi korban dari kejadian tersebut, mengalami luka-luka akibat pukulan tongkat dan peluru karet.
Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan "Kerajaan Arab Saudi mengecam penyerbuan terang-terangan ini dan menyatakan penolakan terhadap praktik-praktik yang merusak upaya perdamaian dan bertentangan dengan prinsip internasional dalam menghormati kesucian agama".
"Posisinya teguh dalam mendukung semua upaya yang bertujuan mengakhiri pendudukan dan mencapai solusi yang adil dan komprehensif untuk perjuangan Palestina," pungkasnya.(*)
Baca Juga: Heru Budi Terbitkan Ingub Larang PNS DKI Pamer Kekayaan, NasDem: Contoh yang Baik untuk Masyarakat
Editor: Farhan