5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk

Ruth Meliana, Gagah Radhitya Widiaseno

Senin, 01 Juni 2026 | 10:10 WIB
5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
Para teknisi AHASS tengah melakukan preparasi sepeda motor Honda yang dikirim konsumen [Wahana].
baca 10 detik
  • Desain bodi motor yang terlalu mulus dan rumit sangat menyulitkan mekanik saat servis. 
  • Lima motor paling dihindari mekanik: PCX 160, Stylo, Mio Karbu, Vega ZR, dan Blade. 
  • Kerumitan bongkar pasang sering mematahkan kancing bodi, menyebabkan motor konsumen bergetar setelah diservis. 

Suara.com - Pernahkah Anda membawa motor ke bengkel untuk servis rutin, tapi sang mekanik mendadak beralasan, "Wah, waktunya mepet Mas," atau "Aduh, sparepart-nya lagi kosong nih"?

Jangan buru-buru menyalahkan ketersediaan suku cadang. Bisa jadi, motor kesayangan Anda sebenarnya masuk dalam daftar "benda pusaka" yang paling dihindari oleh para montir.

"Di sudut pandang mekanik aja udah ribet ya, apalagi di mata yang punya motor pasti super ribet. Dari servisnya, dari bongkar bodinya aja udah ribet. Tidak semua motor itu ribet, tapi ada motor-motor yang memang didesain ribet oleh pabrikan," ungkap seorang mekanik Herdi Nofriadi di Youtube HND Garage.

Dari kacamata mekanik, tidak semua motor diciptakan setara. Beberapa pabrikan mendesain bodi motor yang begitu rapat dan mulus, namun mengorbankan kemudahan akses perbaikan. Hasilnya? Proses servis yang seharusnya selesai 30 menit bisa memakan waktu hingga dua jam lebih, menguras tenaga, dan memancing emosi.

Berikut adalah deretan 5 motor yang diam-diam jadi mimpi buruk para mekanik bengkel:

1. Honda PCX 160

Honda PCX (AHM)
Honda PCX (AHM)

Secara estetika, bodi PCX 160 memang terlihat elegan dan mulus tanpa banyak baut yang terekspos. Namun, ini adalah bencana bagi mekanik.

Untuk melakukan servis yang sebenarnya sederhana—seperti mengganti komstir yang ongkosnya berkisar Rp100 ribuan—mekanik harus membongkar hampir seluruh bodi motor.

"Tiap mau ganti komstir atau nyervis itu bodinya harus dibongkar semua. Rata-rata mekanik malas karena banyakan risikonya daripada pendapatannya. Bodinya gampang pecah kalau salah-salah nyukit," jelas Herdi.

baca juga

Selain butuh alat pengungkit khusus, risiko klip bodi patah atau pecah sangat tinggi. Tak heran jika banyak mekanik menolak halus pelanggannya. 

"Apalagi mekanik yang masih kurang pengalaman, mending berbagai alasan dikeluarkan. Entah 'Mas waktunya enggak nutut', 'Sparepart-nya habis', atau mekaniknya pura-pura bukan mekanik biar tidak menyentuh motor ini."

2. Honda Stylo

Honda Stylo Royal Brown (AHM)
Honda Stylo Royal Brown (AHM)

Saking rapinya desain Honda Stylo, letak bautnya pun ikut sembunyi. 

"Nyervis CVT-nya aja butuh engkol khusus berbentuk L, karena ada baut di bagian CVT depan itu yang sembunyi. Kalau ingin nyervis throttle body itu harus dibongkar sampai ke belakang," keluhnya.

Penderitaan belum selesai. Waktu yang seharusnya bisa dipakai untuk menggarap tiga motor lain, habis terkuras hanya untuk meladeni satu unit Stylo. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha

Terpopuler: Mobil Turbo 1000cc, Ekspor Toyota Lumpuh, Skutik Baru Honda & Yamaha

Otomotif | Minggu, 31 Mei 2026 | 18:52 WIB

Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas

Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas

Otomotif | Minggu, 31 Mei 2026 | 11:30 WIB

Terkini

Skandal Makan-Minum: Mantan Wakil Ketua DPRD Jember dan Eks Istri Terbukti Korupsi

Skandal Makan-Minum: Mantan Wakil Ketua DPRD Jember dan Eks Istri Terbukti Korupsi

Jatim | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:01 WIB

Mobilitas Kian Padat, Hyundai New CRETA Hadirkan Kabin Nyaman untuk Temani Setiap Perjalanan

Mobilitas Kian Padat, Hyundai New CRETA Hadirkan Kabin Nyaman untuk Temani Setiap Perjalanan

Jabar | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:00 WIB

Kendal Tornado FC Datangkan Kiper Timnas Indonesia U-20 Er Deva Aulia Egon

Kendal Tornado FC Datangkan Kiper Timnas Indonesia U-20 Er Deva Aulia Egon

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:58 WIB

Danantara Mulai Bidik Saham BEI

Danantara Mulai Bidik Saham BEI

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:55 WIB

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:50 WIB

TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global

TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:49 WIB

Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama

Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:48 WIB

Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!

Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:46 WIB

Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat

Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat

Sulsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 16:45 WIB

×