SUARA GARUT - Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah dengan mewajibkan puasa 1 bulan setiap tahun.
Selain dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt puasa juga memiliki banyak keutamaan ditinjau dari ilmu sains.
Dalam podcastnya, Dr. Dian Pertamatasari, Sp.Gk menuturkan banyak sekali manfaat puasa untuk tubuh.
Diantaranya, dapat menurunkan kadar gula darah, memperbaiki atau menurunkan kadar kolesterol, menaikkan sistem imun dan yang paling penting dapat menstabilkan atau mengontrol berat badan.
Sahur merupakan modal energi manusia daam mejalankan ibadah puasa. Oleh sebab itu, makan dan minum yang tepat akan membuat puasa tidak terasa berat.
Saat menjalankan puasa, artinya tidak makan dan minum selama lebih dari 12 jam, jika kurang asupan cairan, maka bisa berdampak pada kondisi tubuh, yakni dehidrasi alisan kekurangan cairan.
Dalam mempersiapkan hal itu, umumnya kita akan memperbanyak minum agar terhindar dari rasa haus dan dehidrasi.
Namun faktanya, terlalu banyak minum dapat menyebabkan overhidrasi atau kelebihan cairan. Terutama bagi pengidap gangguan ginjal atau penyakit jantung.
Ketika tubuh mengalami overhidrasi maka kandungan natrium dalam darah berurang. Natrium berfungsi menjaga keseimbangan cairan di luar dan di dalam sel tubuh manusia.
Sehingga, dalam menjalankan ibadah puasa, kita harus memperhatikan jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuh.
“Usahakan 2 gelas air putih saat sahur, kemudian 2 gelas air putih saat berbuka dan 4 gelas air putih sebelum tidur. Jadi 8 gelas tetap terpenuhi pada saat berpuasa,” ujar Dr. Dian Permatasari, Sp.Gk dikutip garut.suara.com dari podcastnya, Rabu (5/4/2023)
Kemudian ia menambahkan, untuk menghindari minuman yang berkafein. Karena minuman berkafein dapat menyebabkan efek viuretik diuretik yaitu sering buang air kecil dan mempercepat kehilangan sumber cairan dalam tubuh. (*)
Editor: Mustika Ati