SUARA GARUT - Sekretaris Dinas Pariwisata dan Budaya, Ma'mun, sebut jumlah wisatawan pada libur lebaran Iedul Fitri tahun ini menurun.
"Secara umum dalam rangka idul fitri alhamdulillah tempat-tempat wisata yang ada di kabupaten Garut masih menjadi pilihan wisatawan yang datang dari luar kabupaten Garut. Sehingga alhamdulillah tempat wisata yang ada baik yang dikelola oleh pemerintah, ,maupun yang dikelola oleh masyarakat ataupun desa juga banyak yang dikunjungi oleh wisatawan,"
Dikatakannya, jumlah pengunjung pada libur yang sama tahun 2022 lebih banyak dari tahun ini.
Dikatakannya, penyebab banyaknya pengunjung pada waktu libur Iedul Fitri tahun 2022 itu karena tadinya ditutup,kebijakan PPKM sehingga ditutup ,tapi tiba-tiba dibuka pada saat waktu itu,sehingga pengunjung itu sangat membludak. .
" Sehingga hampir menuju tempat-tempat wisata favorit yang ada Garut kan macet tahun 2022. Dan alhamdulillah tahun sekarang tidak macet, karena jumlah pengunjung mengalami penurunan meskipun penurunannya tidak signifikan," tuturnya.
Berdasarkan pemantauannya di lapangan objek wisata yang dikelola dinas ya yang mengalami penurunan jumlah pengunjung itu, seperti bagendit dan pantai sayang heulang sama, neskipun memang banyak tapi mengalami penurunan.
Ditambahkannya, berkaitan dengan pelayanan kepada wisatawan libur Idul Fitri ini lebih tertib, lebih bagus juga. Dimana larus lalu lintas juga meskipun banyak kendaraan tapi tetap padat merayap, tidak sampe berhenti macet total.
" Karena salah satu indikator keberhasilan pariwisata itu ketika banyak orang dan banyak kendaraan yang dibawa oleh orang," katanya
Kemudian yang berkaitan dengan kebersihan di tempat wisata, dinilainya cukup terkendali, misalnya di Situ Cangkuang, Situ Bagendit baik di darat maupun yang di air.
" Kemudian pelayanan dari petugas saat ini mulai membaik,dapat dilayani pengunjung itu dengan sopan dan santun. seperti yang berkunjung ke Situ Bagendit, masyarakat itu apresiasi terhadap perubahan kondisi maupun pelayanan wisata yang ada disitu, " ujarnya.
Namun katanya, masih ada pengunjung yang mengeluh karena maraknya aktifitas mainan untuk anak-anak yang menggunakan lahan bukan untuk peruntukannya, yang artinya ruang publik bukan untuk arena mainan anak-anak,ini dimanfaatkan oleh masyarakat atau pihak pihak yang ingin mendapatkan keuntungan.
" Pengunjung itu meminta agar Pemda Garut dan dinas pariwisata untuk menertibkan masyarakat yang mengoperasionalkan mainan di lokasi yang bukan ditempat untuk peruntukannya,"
Sebetulnya kata ma'nun upaya yang dilakukan itu terus menerus,memberikan informasi dan edukasi kepada mereka bahwa tidak boleh melakukan usaha yang bukan di peruntukannya.
Disebutkannya, jumlah pengunjung ke Situ Bagendit dan Sayang heulang di Garut Selatan rata rata 4000 orang per hari. (*)
Editor: Farhan