"Bagi yang berada diluar kekuasaan, itu adalah hal yang lumrah ketika mengkritik dan sikap politik pemerintah secara umum," tandasnya.
Sementara itu, Ketum Golkar Airlangga sambung Adi Prayitno, semangatnya sama.
Airlangga Hartarto menurut Adi, butuh politik kerjasama butuh politik, gotong royong dan tidak ada pembelahan.
"Itu yang disebut oleh Airlangga dengan tidak ada the winner, jadi soal kebangsaan kita kedepan, harus ada kerjasama," kata Airlangga ditirukan Adi Prayitno.
Sehingga pertentangan-pertentangan ideologis perbedaan-perbedaan suku agama yang saat ini begitu mengeras mestinya dihilangkan.
Menanggapi pernyataan Airlangga kata Adi Prayitno lebih kepada sebatas ajakan atau himbauan kepada masyarakat jelang pemilu 2024.(*)