SUARA GARUT - Presiden Jokow Widodo mengumpulkan 6 Ketua Umum Partai Politik di Istana Negara.
Ketua Bapilu Partai Demokrat, Andy Arief menaruh kecurigaan terhadap pertemuan Presiden Jokowi dengan enam ketua umum partai politik pro pemerintahan di Istana Kepresidenan Jakarta.
Ia mencurigai Jokowi sedang mengatur strategi agar bisa menjebloskan Capres yang diusung koalisi perubahan Anies Baswedan ke penjara.
Upaya ini diduga menjadi Jalan Ninja untuk mencegah Anis Baswedan di kontestasi Pilpres 2024.
"Jangan sampai persekongkolan di Istana akan memproduksi Pak @aniesbaswedan sebagai tersangka KPK," tulisnya di twitter dilansir garut.suara.com, Jumat (5/5/2023).
Andi Arief pun menyindir lokasi pertemuan politik antara Jokowi dengan Ketum Partai yang berlokasi di istana kepresidenan.
Menurutnya menggunakan istana sebagai pertemuan politik adalah hal yang tidak etis dilakukan oleh seorang pemimpin.
ketua umum partai Gerindra Prabowo Subianto buka suara soal pembahasan yang diangkat Jokowi dalam pertemuan tersebut.
Prabowo mengungkapkan sebagian besar yang disampaikan Jokowi Adalah pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang semakin pesat sekarang.
"Kalau tidak salah nilai GDP kita sudah mencapai 1 Triliun ya diperkirakan ekonomi kita sudah jadi ke-16 terbesar dan masih sangat mungkin untuk kita bisa menjadi ekonomi ke-4 terbesar di dunia kalau kita bisa pandai memanfaatkan keadaan," ungkap Prabowo.
Tak hanya itu PLT Ketua Umum PPP, Mardiono juga menyampaikan titipan pesan dari Jokowi dari pertemuan tadi.
"Titipan besar Pak Jokowi bahwa kita harus rukun kita harus kompak agar bisa bekerja sama demi bangsa dan negara," ujar Mardiono dilansir dari youtube suara.com.
Mmardiono pun juga menyampaikan soal fokus Jokowi dalam menghadapi bonus demografi Indonesia yang kemungkinan besar akan dihadapi bagi kepemimpinan selanjutnya.
"Tadi yang lebih banyak adalah bagaimana Indonesia ke depan tadi dibahas juga soal bonus demografi kita masih punya kesempatan 13 tahun ke depan jadi ini tidak bolehtTerlewatkan atau kita nanti ketinggalan kesempatan," ucap Mardiono.(*)