SUARA GARUT - Ketum Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI), Heti Kustrianingsih meyakini pemerintah tidak akan lupa terhadap janjinya.
Heti Kustrianingsih optimis PPPK 2023 akan memprioritaskan terlebih dahulu guru Prioritas (P-1).
Ketum FGHNLPSI Heti Kustrianingsih menilai, pertemuan lintas kementerian yang digelar beberapa waktu lalu, salah satunya membahas terkait itu.
"Pertemuan Mas Nadim bersama tiga kementerian akan menjadi kabar baik bagi guru lulus PG," kata Heti kepada JPNN, seeprti dikutip garut.suara.com pada Minggu, (7/05/2023).
Heti menyampaikan ada tiga hal yang disampaikan Mas Menteri Nadim saat pidato di HUT PGR ke-77 3, Desember 2022 lalu.
Tiaga hal tersebut menurut Heti tidak akan dilupakan yakni:
1. Jika Pemerintah daerah tidak mengajukan formasi sesuai kebutuhan, maka pemerintah pusat akan melengkapi formasi tersebut.
2. Kordinasi Kemendikbudristek terkait angaran gaji dan tunjangan guru ASN PPPK, tidak digunakan untuk kebutuha lain, meski anggaran pendidikan sekalipun.
3. Anggaran PPPK akan ditrasnper ke Pemda setelah guru honorernya diangkat.
Baca Juga: Berkat JKN-KIS, Peserta BPJS Kesehatan Ini Jalani Pensiun dengan Tenang
FGHNLPSI, yakin tiga kebijakan yang sudah disetujui Presiden Jokowi itu, turut dibahas menteri Nadim bersama tiga menteri lainya.
Hingga saat ini, guru lulus PG tanpa formasi PPPK 2022, masih waswas, tidak terakomodasi 2023.
Kecemasan tersebut semakin menjadi usai mendengar Menteri PANRB Abdulah Azwar Anas mengatakan per 1 Mei usulan Formasi sebanyak 266,560.
Sementara Kemendikbudristek menyiapkan qouta PPPK 2023 sebanyak 601,286.
Menurut Heti pihaknya akan mendukung pemanggku kebijakan merumuskan kebijakan bagi guru honorer dalam rekrutmen PPPK 2023. (*)