10 Keluarga Anak Korban Cabul Melapor ke DPPKBPPPA dan Dilakukan Terapi Ini

Suara Garut Suara.Com
Sabtu, 03 Juni 2023 | 10:49 WIB
10 Keluarga Anak Korban Cabul Melapor ke DPPKBPPPA dan Dilakukan Terapi Ini
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Yayan Waryana, didampingi anak buahnya .(Foto: SUARA GARUT/Jay)

SUARA GARUT - Sepuluh Kepala Keluarga (KK) dari belasan anak diduga korban pencabulan inisial AS (50), di Kecamatan Samarang Kabupaten Garut Jawa Barat mendatangi Kantor Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Garut.

Menurut Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut  Yayan Waryana, saat menggelar jumpa pers di kantornya, baru sepuluh KK yang melapor, mereka kemudian mendapatkan penanganan terapi trauma healing.

"Baru ada 10 keluarga yang melapor ke kami, dan langsung ditangani dengan terapi trauma healing bersama keluarganya," Kata Kepala DPPKBPPPA Garut Yayan Waryana, saat jumpa pers, Jumat, (2/06/2023.

Bahkan sambungnya, peserta trauma healing itu berjumlah 44 orang, imbuhnya, dari 10 anak di bawah umur ini, mengaku belum sempat disodomi oleh inisial AS.

Terduga Pelaku Inisial AS sendiri merupakan guru mengaji para korban, dimana tempat Kejadian Perkara berlangsung di tempat itu.

"Berdasarkan pengakuan mereka, ada yang dipegang pegang kemaluannya, ada yang diciumi pipi dan bibirnya dan lain lain," kata Yayan.

Yayan Waryana menyebutkan, pihaknya masih menunggu pengumuman hasil visum oleh pihak Polres, ada tidaknya tindakan sodomi terhadap anak anak tersebut.

Menurut Yayan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kesehata ke 10 anak ini dan dipastikan sehat, tidak ada kelainan yang mengarah ke salah satu penyakit atau virus tertentu.

Menurutnya terapi dengan trauma healing itu sebagai upaya untuk meluapkan  perasaan apa yang dialami oleh anak-anak dan keluarga korban

Baca Juga: 5 Manfaat Potensial Daun Sembung bagi Kesehatan, Bantu Atasi Diare

"Sehingga perilaku mereka ketika dilakukan trauma healing di sini bisa histeris, menjerit, bisa merasa kesal, merasa emosi," katanya.

Dengan terapi ini Yayan berharap adanya rasa kepercayaan diri dari anak-anak.

Karena bukan korban yang merasa tidak percaya diri, keluarga korban juga merasakan hal yang sama. (*)

Editor: SENO

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI