SUARA GARUT - Sepuluh Kepala Keluarga (KK) dari belasan anak diduga korban pencabulan inisial AS (50), di Kecamatan Samarang Kabupaten Garut Jawa Barat mendatangi Kantor Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Garut.
Menurut Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut Yayan Waryana, saat menggelar jumpa pers di kantornya, baru sepuluh KK yang melapor, mereka kemudian mendapatkan penanganan terapi trauma healing.
"Baru ada 10 keluarga yang melapor ke kami, dan langsung ditangani dengan terapi trauma healing bersama keluarganya," Kata Kepala DPPKBPPPA Garut Yayan Waryana, saat jumpa pers, Jumat, (2/06/2023.
Bahkan sambungnya, peserta trauma healing itu berjumlah 44 orang, imbuhnya, dari 10 anak di bawah umur ini, mengaku belum sempat disodomi oleh inisial AS.
Terduga Pelaku Inisial AS sendiri merupakan guru mengaji para korban, dimana tempat Kejadian Perkara berlangsung di tempat itu.
"Berdasarkan pengakuan mereka, ada yang dipegang pegang kemaluannya, ada yang diciumi pipi dan bibirnya dan lain lain," kata Yayan.
Yayan Waryana menyebutkan, pihaknya masih menunggu pengumuman hasil visum oleh pihak Polres, ada tidaknya tindakan sodomi terhadap anak anak tersebut.
Menurut Yayan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan kesehata ke 10 anak ini dan dipastikan sehat, tidak ada kelainan yang mengarah ke salah satu penyakit atau virus tertentu.
Menurutnya terapi dengan trauma healing itu sebagai upaya untuk meluapkan perasaan apa yang dialami oleh anak-anak dan keluarga korban
Baca Juga: 5 Manfaat Potensial Daun Sembung bagi Kesehatan, Bantu Atasi Diare
"Sehingga perilaku mereka ketika dilakukan trauma healing di sini bisa histeris, menjerit, bisa merasa kesal, merasa emosi," katanya.
Dengan terapi ini Yayan berharap adanya rasa kepercayaan diri dari anak-anak.
Karena bukan korban yang merasa tidak percaya diri, keluarga korban juga merasakan hal yang sama. (*)
Editor: SENO