SUARA GARUT - Perwakilan Forum guru lulus Passing grade (PG) instansi negeri maupun swasta menggelar audiensi dengan Dirjen guru dan Tenaga Kependidikan GTK beberapa waktu lalu.
Guru lulus PG yang belum mendapat penempatan berharap dapat diangkat pada tahun ini.
Para guru PG prioritas satu itu, berharap dapat dituntaskan pada seleksi ASN PPPK 2023.
Mereka secara aturan sudah syah dan meyakinkan telah memenuhi kriteria passing grade, hanya saja belum mendapat penempatan.
Oleh sebab itu, mereka minta dituntaskan tanpa sisa pada tahun ini seratus persen.
Hal itu seperti diungkapkan salah satu guru bernama ratna lulus PG dari prioritas empat.
Menurutnya dia merupakan perwakilan 1,625 guru swasta yang sudah lulus PG namun belum mendaptkan penemapatan pada formasi 2022.
"Kami perwakilan swasta yang lulus PG minta diangkat dan langsung mendapat penempatan," kata Ratna.
Ratna menyebutkan pihaknya sudah mengabdi lama, dan lulus murni formasi 2022.
Baca Juga: Syahnaz Sadiqah Adik Raffi Ahmad Disebut Selingkuh dengan Rendy Kjaernett
Yang membuat mereka sesak dan menyayat hati, kata Ratna, dirinya sudah dikeluarkan dari sekolah swasta karena dinayatakan lulus PG 2022.
Namun pahitnya yang ia rasakan, begitu dikeluarkan dari sekolah, dirinya bernasib kurang beruntung.
Meski lulus PG, namun tidak mendapat penempatan, sehingga belum bisa diangkat sebagai ASN PPPK.
"Kami ingin langsung ditempatkan seperti P1 2021," ujarnya.
Menjawab hal ini, Prof Nunuk Suryani sebenarnya sangat memahami keinginan para guru lulus PG tersebut.
Prof Nunuk berharap para kepala daerah mau mendengar apa yang menjadi harapan para guru PG tersebut.