SUARA GARUT - Hasil rapat koordinasi (Rakor) Kemendikbudristek dengan sejumlah regional di daerah, dinilai menguntungkan guru lulus Passing grade (PG).
Rakor yang digelar Kemendikbudristek dengan regional tersebut menambah keyakinan para guru PG berpeluang menjadi prioritas seleksi PPPK 2023.
Dijelaskan Ketum FGHNLPSI Heti Kustrianingsih, pengambilan cut off data dapodik 2023, prioritas satu (P1) akan diuntungkan.
"Kebijakan ini tentu saja menguntungkan sisa guru lulus PG atau P1, yang sudah diberhentikan sekolah atau malah pindah," katanya.
Dirinya mengapresiasi langkah kemendikbudristek karena mau mendengarkan aspirasi guru P1 selama ini.
Heti mengatakan tersisa guru PG atau P1 tanpa formasi 2022, banyak yang sudah beroindah atau malah diputuskan pihak yayasan sebelumnya.
Kata Heti, dengan cut off data 2023, otomatis banyak guru honorer P1 baru masuk dapodik Januari 2023.
Disebutkan Heti, ada 62,546 guru P1 yang belum mendapatkan penempatan pada PPPK guru 2022, banyak yang sudah pindah sekolah.
Alasanya kata Heti, mereka sudah diberhentikan oleh kepala sekolah, sehingga terpaksa mencari peluang disekolah lain.
Baca Juga: FIFA Tunjuk Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023, Erick Thohir Bersyukur
Oleh sebab itu, FGHNLPSI meminta Kemendikbudristek untuk cut off data dapodik per tahun 2023.
Mereka memberhentikan lantaran di anggap sudah lulus passing grade saat mengikuti seleksi PPPK guru 2022. (*)