SUARA GARUT - Kisruh Dewi Perssik dengan ketua RT lingkungan tempat tinggalnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, terkait penolakan sapi kurban belum berakhir.
Akibatnya dilakukan mediasi antara Dewi Perssik dan ketua RT. Namun mediasi yang pertama antara kedua belah pihak yang dilakukan di Masjid di Cilandak gagal.
Sehingga polisi ikut turun tangan di kasus ini dan akan menjadwalkan mediasi ulang.
Melihat kisruh yang dilakukan Dewi Perssik, pengamat perilaku selebriti, Lutfi JW mengaku heran dengan sikap Dewi Perssik.
Menurut Lutfi JW, mediasi yang dilakukan Dewi Perssik bersama ketua RT ini mentok lantaran mantan istri Aldi Taher ini dinilai terlalu dominan dan mencoba playing victim.
“Dalam proses mediasi yang akhirnya mentok itu ternyata Dewi Perssik lebih mendominasi dan kurang mau mendengar dari pihak pak RT dan perwakilan warga. Lalu dengan keberaniannya dia nyerocos bahkan cenderung ‘sok’ ngajari dan sempat-sempatnya playing victim,” kata Lutfi JW.
Lutfi JW juga menyebut mediasi atau tabayun yang sebaiknya dilakukan yakni saling mendengarkan, merendahkan ego masing-masing, kemudian mencari solusi bersama.
Lebih lanjut, menurut Lutfi JW, sikap yang dilakukan Dewi Perssik itu mempermalukan diri sendiri.
“Mba Depe (Dewi Perssik) kamu memalukan diri sendiri bukan orang lain. Kamu menurunkan nama baikmu,” ujarnya.
Pengamat perilaku ini juga meminta Dewi Perssik sebagai warga setempat agar lebih menghargai ketua RT. (*)