SUARA GARUT - Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIII di Kota Bandung jadi kekecewaan atlet sepakbola Kabupaten Garut yang tak diikutsertakan dalam cabang olahraga (Cabor) tersebut.
Padahal tak afdol rasanya jika Cabor sepakbola tak ikut tanding. Apalagi banyak talenta muda asal Garut yang punya kualitas mumpuni untuk bisa unjuk gigi.
Banyak pihak menyayangkan Pemkab Garut melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) tak mengirimkan atlet sepakbolanya ke ajang pesta olahraga pelajar 2023 tersebut.
"Saya sangat kecewa sebagai anggota Exco Askab PSSI Garut dan Anggota DPRD Garut. Apalagi kita punya Diklat Sepakbola Garut. Ini kan ajang pencarian bakat ikut Popwilda dan POPDA," kata Dede Salahudin, Kamis, 6 Juli 2023.
Menurutnya, potensi pemain sepakbola Garut sangat bagus dan cukup banyak. Tentu sangat disayangkan Dispora Garut tidak mengikutsertakan Cabor yang paling banyak pencintanya di tanah air ini.
"Kalau alasan tidak diikutsertakannya itu tidak ada anggaran, itu harus dianggarkan oleh pemerintah daerah. Kan di Inpres nomor 3 tahun 2019 tentang percepatan sepakbola itu Pemerintah Daerah wajib menganggarkan. Jadi tidak ada alasan tidak ada anggaran," tegas politisi Partai Keadilan Kesejahteraan (PKS) itu.
Sementara itu, mantan pemain Persigar yang kini mengantongi Lisensi C AFC pelatih sepakbola, Heri Dedeng, juga sangat menyayangkan tidak diikutsertakannya Cabor sepakbola di POPDA tahun ini.
"Saya menyampaikan keluhan para pelajar, POPDA ini sebagai batu loncatan mereka untuk tingkat nasional dan elit pro. Sebab banyak tim kabupaten/kota yang juga ditangani pelatih profesional," katanya.
Dikatakannya, dengan tidak ikut sertanya Garut di Cabor sepakbola POPDA itu, berarti telah mematikan langkah pelajar yang menekuni sepakbola. Sebab kesempatan mengikuti gelaran POPDA bagi para pelajar hanya satu kali.
Baca Juga: Harga Tiket Konser Taylor Swift di Singapura 2024: Cara Beli dan Link Resmi
Para orang tua siswa juga banyak yang kecewa dengan keputusan Dispora Garut itu. Mereka menanyakan alasan tidak diikutsertakannya Cabor yang menjadi harapan anak-anaknya.
Selain sepakbola yang tidak disertakan pada POPDA ke XIII itu, Cabor voli dan basket juga mengalami nasib yang sama. (*)
Editor: Firman