SUARA GARUT - Bukan Dewi Perssik namanya, jika tidak menghiasi layar kaca dengan berbagai sensasi yang menyelimuti kehidupan pribadinya.
Baru-baru ini kisruh soal sapi Qurban dengan Ketua RT Malkan memang sudah mereda dan berakhir damai.
Akan tetapi, yang jauh lebih penting bagi pedangdut Dewi Perssik itu, yakni menyelesaikan persoalan dengan para hatters.
Mencuatnya soal sapi qurban ditolak Ketua RT Malkan, menurut Dewi Perssik lantaran pemberitaan yang memanas-manasi situasi yang ada.
Pemberitaan tersebut menambah perselisihan dengan Ketua RT Malkan kian memanas.
Hal itu muncul seiring merebaknya kasus dugaan sapi qurban yang ditolak Ketua RT Malkan, menjadi konsumsi para buzer.
Oleh sebab itu, kata Dewi Perssik pihaknya tengah menyusun bukti-bukti untuk melaporkan adanya akun yang menyebarkan berita bohong.
Menyikapi adanya buzer dan penyebar berita bohong seputar dirinya dengan Ketua RT Malkan, Dewi Persik telah menggandeng pengacara kondang Sandy Arifin.
Dewi Perssik menyebutkan berita bohong tersebut berseliweran pada kanal YouTube, yang isinya memfitnah dan mencemarkan nama baiknya.
Akan tetapi, pengacara kondang Sandy Arifin malah mengaku Dewi Perssik belum memberikan kuasa kepada dirinya.
Sandy Arifin ketika dimintai keterangan, mengeaskan hingga saat ini dirinya belum diminta secara resmi untuk menjadi kuasa hukumnya.
"Belum resmi Dewi Perssik memberikan surat kuasa, yang ada saya masih meminta bukti, untuk dipelajari," kata Sandy Arifin.
Menurut Sandy, jika Dewi Perssik tetap ngotot akan mempolisikan para buzer, atau penyebar berita bohong, dirinya meminta agar disiapkan berkas bukti fisik, serta saksi. (*)