Wilayah Terunik di Garut Ternyata Bukan Kampung Dukuh, Begini Pesonanya

Suara Garut

Kamis, 20 Juli 2023 | 08:30 WIB
Wilayah Terunik di Garut Ternyata Bukan Kampung Dukuh, Begini Pesonanya
Wilayah Terunik di Garut Ternyata Bukan Kampung Dukuh, Begini Pesonanya.(Foto: Tangkapan layar/ YouTube,garutturunankidul)

SUARA GARUT - Sejauh ini publik hanya mengenal kampung adat dukuh Desa Ciroyong Kecamatan Cikelet sebagai wilayah terunik di Kabupaten Garut.

Kampung adat dukuh disebut unik, lantaran bagunan rumahnya yang khas, dengan material sederhana dari alam, beratapkan alang-alang atau ijuk.

Kesan tradisional, dan memegang teguh tradisi serta budaya nenek moyang tampak masih kental di kampung ini.

Rumah yang tidak ingin dialiri energi listrik pada malam hari itu, tumbuh hanya 40 rumah dalam satu kawasan kampung dukuh.

Kuat memegang adat istiadat, norma dan etika, serta budaya di kampung dukuh dikenal banyak pantangan yang tidak boleh di langgar warganya.

Salah satunya tidak boleh selonjoran kaki ke arah utara, harus memakai baju polos, dan banyak yang lainya.

Kampung itu dibangun oleh seorang syeh bernama Abdul Jalil pada abad ke-17.

Namun ternyata masih terdapat wilayah terunik lain, yang belum terexplorasi ke publik.

Kawasan ini di huni oleh satu keturunan, dan tidak bisa bercampur dengan keturunan lain.

baca juga

Kampung unik ini jika disaksikan dari hamparan peswahan dipagi hari sering disebut-sebut negeri diatas awan.

Menurut Abah Empud, asal muasal kampung Parigi Desa Cilampuyang Kecamatan Malangbong Garut, ternyata dari Kota Madiun Jawa Timur.

Pada masa kerajaan Majapahit berkuasa, ada sepasang manusia yang dikenal sakti mendiami hantaran sungai Cimanuk.

"Saat itu mereka mendiami wilayah Cicadas, lalu pindah ke Citomo dan berakhir hingga saat ini di kawasan Parigi," kata Abah Empud, dikutip Kamis, (20/07/2023).

Hingga saat ini, keturunan tokoh sakti asal Madiun itu, mendiami wilayah hantaran sungai Cimanuk Desa Cilampuyang.

Uniknya kata Abah Empud, di kawasan ini, jumlah rumah penduduk tidak bisa bertambah, hitungannya selalu ganjil.

"Sejak dahulu hingga saat ini, jumlah rumahnya hanya ada 11, dan tidak pernah bisa bertambah," ujarnya.

Jika ada pertumbuhan penduduk, maka dengan sendirinya mereka akan bermigrasi keluar kawasan parigi.

Seperti halnya wilayah lain, di kampung parigi, juga masih menanamkan tradisi setempat secara turun temurun.

Kawasan ini selain keunikan jumlah bangunan rumah dan penduduknya yang hanya 11 kepala keluarga, juga terdapat destinasi wisata yakni Curug Parigi.

Curug ini cukup exsotic dan dapat memanjakan mata, bagi para pengunjung, terutama pecinta wisata alam.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

10 Kios Miras di Jalan Perintis Kemerdekaan Garut Dibongkar Paksa Satpol PP

10 Kios Miras di Jalan Perintis Kemerdekaan Garut Dibongkar Paksa Satpol PP

Garut | Rabu, 19 Juli 2023 | 17:02 WIB

Baru Lulus SD, Gadis di Kampung Sukatani Garut Langsung Dinikahkan, Alasannya Bikin Miris

Baru Lulus SD, Gadis di Kampung Sukatani Garut Langsung Dinikahkan, Alasannya Bikin Miris

Garut | Rabu, 19 Juli 2023 | 14:08 WIB

3 Rekomendasi Hotel di Garut dengan Pemandangan Eksotis

3 Rekomendasi Hotel di Garut dengan Pemandangan Eksotis

Garut | Rabu, 19 Juli 2023 | 13:30 WIB

Terkini

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB

Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto

Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:51 WIB

Review Door Lock: Film Thriller yang Bikin Takut Tinggal Sendiri

Review Door Lock: Film Thriller yang Bikin Takut Tinggal Sendiri

Your Say | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50 WIB

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:47 WIB

5 Lipstik Matte yang Dipuji Gak Bikin Bibir Kering Menurut Review Pengguna

5 Lipstik Matte yang Dipuji Gak Bikin Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:45 WIB

Minuman Kafein Bisa Picu Migrain, Dokter Ungkap Pola Minum yang Aman

Minuman Kafein Bisa Picu Migrain, Dokter Ungkap Pola Minum yang Aman

Sumbar | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:31 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota

Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota

Entertainment | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:24 WIB

Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin

Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin

Bola | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:23 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB