SUARA GARUT - Terkatagori tanaman herbali, biji wijen sangat kaya minyak dari tanaman Sesamum indicum.
Selama ini, biji wiijen biasa dijadikan pelengkap pada makanan atau penyedap aneka kuliner.
Asal usul tanaman wijen ini belum jelas pasti dari mana. Namun menurut beberapa peneliti wijen disinyalir berasal dari kawasan Asia atau Afrika Timur.
Aroma wangi mirip kacang serta mengandung protein tinggi dalam wijen membuatnya banyak dikonsumsi para penikmat roti. Kandungan vitamin B6 dalam wijen membuat biji ini kaya manfaat.
Berdasarkan penelitian U.S. Department of Agriculture, 100 gram biji wijen yang dikeringkan memiliki komposisi zat gizi sebagai berikut.
Air: 4,69 gram (g), Energi: 573 kkal, Protein 17,7 g, Lemak: 49,7 g,
Abu: 4,45 g, Karbohidrat: 23,4 g, Serat: 11,8 g, Gula: 0,3 g, Kalsium (Ca): 975 miligram (mg),Besi (Fe): 14,6 mg, Magnesium (Mg): 351 mg, Fosfor (P): 629 mg, Kalium (K): 468 mg, Natrium (Na): 11 mg, Seng (Zn 7):,75 mgz Tembaga (Cu): 4,08 mg, Mangan (Mn): 2.46 mgz Tiamin: 0,791 mg,,
Riboflavin: 0,247 mg, Niasin: 4,52 mg,
Asam pantotenat: 0,05 mg,
Vitamin B6: 0,79 mg,
Kolin: 25,6 mg, Vitamin A: 9 Satuan Internasional (SI), Vitamin E: 0,25 mg.
Dengan seabreg kandungan gizi dalam biji wijen, setelah dilakuan riset ilmiah para ahli meyakini bahwa wiijen memiliki sederet manfaat bagi kesehatan tubuh, di antaranya:
1. Memenuhi Kebutuhan Serat
Dalam 3 sendok makan (30 gram) biji wijen yang tidak dikupas memiliki 3,5 gram serat. Mengkonsumsi wijen secara teratur dapat membantu mencukupi asupan serat kita.
Baca Juga: Angelina Sondakh Bersyukur Aaliyah Massaid Banyak Perubahan, Thariq Halilintar Jawab Hal Tak Terduga
Serat berperan penting mendukung kesehatan pencernaan. Serat bisa melancarkan pergerakan makanan dari lambung ke usus serta melunakkan feses.
Terungkap dalam penelitian Scientific Report of the 2015 Dietary Guidelines Advisory Committee (2015), bahwa serat berperan mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, obesitas, dan diabetes tipe 2.
Serat yang terkandung dalam biji wijen bermanfaat menurunkan kadar kolesterol darah total dengan menurunkan low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat.
Bagi penderita diabetes, serat dapat memperlambat penyerapan gula yang ampuh mengontrol kadar gula darah.
2. Membangun dan Menjaga Fungsi Sel
Dalam biji wijen mengandung 5 gram protein per 3 sendok makan (30 gram). Dari jumlah tersebut bisa memenuhi kebutuhan protein harian.
Protein penting untuk kesehatan kita, karena membantu membangun serta menjalankan fungsi sel-sel tubuh.
Disamping itu, biji wijen kaya akan metionin dan sistein, dua asam amino yang tidak tersedia pada sebagian besar jenis biji-bijian lainnya.
Asam amino merupakan molekul dasar penyusun protein. Demi maksimalnya perolehan protein dari biji wijen, pilih biji yang telah dikupas dan dipanggang.
3. Menyehatkan Tulang
Beberapa zat gizi yang terkandung dalam biji wijen, seperti kalsium, mangan, magnesium, dan seng, yang diperlukan oleh kesehatan tulang.
Bahkan, zat gizi dalam biji wijen juga berguna mencegah radikal bebas serta sel kanker.
Biji wijen juga mengandung senyawa alami yang disebut oksalat dan fitat, antinutrisi yang mengurangi penyerapan kalsium, mangan, dan magnesium.
Untuk bisa membatasi dampak senyawa ini, cobalah merendam atau memanggang biji wijen.
4. Mengurangi Peradangan
Dalam penelitian The Scientific World Journal (2014) menemukan, konsumsi biji wijen bisa mengurangi peradangan pada pasien penyakit ginjal.
Dalam penelitian tersebut, pasien yang mengonsumsi campuran 18 gram biji rami dengan 6 gram biji wijen serta 6 gram labu setiap hari selama 3 bulan.
Fakta hasil studi menunjukan inflamasi pada ginjal berkurang sebesar 51-79 persen.
Dalam beberapa penelitian pada hewan tentang minyak biji wijen juga menunjukkan manfaat wijen sebagai antiradang.
Dalam biji wijen dan minyaknya yang disebut sesamin menjadi antioksidan kuat dan pelindung saraf, sehingga dapat dapat pengobatan radang.
5. Mengontrol Gula Darah
Diabetic Medicine: a Journal of The British Diabetic Association (2019) menemukan, biji wijen memiliki kandungan rendah karbohidrat, tetapi tinggi protein dan lemak sehat yang bermanfaat untuk mengontrol gula darah.
Biji wijen juga mengandung pinoresinol, senyawa yang dapat membantu mengatur gula darah dengan menghambat kerja enzim pencernaan maltase.
Enzim pencernaan maltase bekerja memecah gula maltosa yang digunakan sebagai pemanis beberapa produk makanan.
Maltosa diproduksi di usus kita saat mencerna makanan bertepung seperti roti dan pasta.
6. Mencegah Kerusakan Sel
Sejumlah penelitian yang dilakukan pada hewan dan manusia menunjukkan wijen dapat meningkatkan aktivitas antioksidan (pencegah sel rusak) dalam darah kita.
Dalam study yang dimuat ChemistryOpen (2018) menunjukan kandungan lignan dalam biji wijen berfungsi sebagai antioksidan.
Bisa disimpulkan, bahwa zat ini membuat wijen memiliki manfaat dalam melawan stres oksidatif atau reaksi kimia yang dapat merusak sel-sel kita dan meningkatkan risiko banyak penyakit kronis.
Tak hanya itu, Clinical cardiology (2015) dalam studinya menemukan wijen mengandung vitamin E yang disebut gamma-tokoferol. Ini merupakan antioksidan yang berpotensi melindungi dari penyakit jantung.
7. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Beberapa zat gizi penting untuk sistem kekebalan tubuh, termasuk seng, selenium, tembaga, zat besi, vitamin B6, dan vitamin E.
Nah, dalam biji wijen terkandung sekitar 20% dari 13 miligram kebutuhan seng harian dalam porsi 3 sendok makan (30 gram).
Tubuh kita membutuhkan seng untuk mengembangkan dan mengaktifkan sel darah putih yang bisa mengenali dan menyerang mikroba berbahaya.
Manfaat wijen bagi kesehatan cukup beragam. Namun, pastikan jumlah biji wijen yang kita konsumsi tidak berlebihan.
Selamat mencoba, sehat selalu. Semoga bermanfaat! (*)