Miss Kroasia, Ivana Knoll terancam mendapat hukuman karena gaya pakaiannya yang dianggap tak memenuhi aturan di Qatar. Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar terapkan aturan ketat kepada suporter yang hadir di stadion.
Di dua pertandingan Kroasia, Knoll memakai pakaian cukup minim dan seksi. Ia terancam mendapat sanksi berat dari otoritas Qatar.
Meski terancam mendapat sanksi berat dari otoritas Qatar karena pakaian yang ia gunakan, Knoll mengaku bahwa hal itu tak akan menghalangi dirinya.
"Saya tidak berpikir gaun atau bikin saya bisa menyakiti siapa pun," ucapnya seperti dilansir dari expressen.se
Knoll mengaku sangat terkejut dengan aturan ketat dari Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Ia awalnya beranggapan Qatar akan membuat penonton nyaman selama Piala Dunia 2022.
"Pada awalnya saya berpikir bahwa Qatar akan mengizinkan banyak hal dan membuat para penonton nyaman. Tetapi ketika saya mendengar tentang aturan itu, saya sangat terkejut," lanjutnya.
"Saya sangat marah karena saya bukan Muslim dan jika kita di Eropa, kita harus menghormati jilbab dan niqab, saya pikir mereka juga harus menghormati cara hidup kita, agama kita dan bahwa saya menggunakan gaun," jelasnya.
Ditegaskan oleh Knoll bahwa ia sama sekali tidak takut pada ancaman hukuman. "Aku tidak pernah takut akan hal seperti itu,"
Pada pertandingan Kroasia melawan Maroko pada 23 November 2022, Knoll datang langsung ke Al Bayt Stadium dengan pakaian cukup seksi.
Selama Piala Dunia 2022, denda berupa uang dan penjara sangat mungkin dialami suporter jika melanggar aturan-aturan seperti ini:
1. Konsumsi alkohol di tempat umum: denda 806 euro hingga penjara.
2. Konsumsi narkoba: denda 806 euro atau deportasi.
3. Buang sampah sembarangan: denda 2685 euro atau setara Rp42 juta.
4. Tak patuhi penggunan pakaian untuk wanita: larangan masuk ke stadion.
5. Praktek homoseksualitas: penjara satu sampai tiga tahun.