Brunei Darussalam, Negara Kaya yang Miskin Prestasi di Sepak Bola, Kok Bisa?

suara gol

Senin, 26 Desember 2022 | 11:34 WIB
Brunei Darussalam, Negara Kaya yang Miskin Prestasi di Sepak Bola, Kok Bisa?
Tim sepak bola Brunei (the-fabd.com)

Timnas Indonesia akan menghadapi lawan cukup mudah di pertandingan kedua Piala AFF 2022 sore nanti, Senin (26/12). Anak asuh Shin Tae-yong tersebut akan menghadapi tim terlemah di Piala AFF 2022, Brunei Darussalam

Pertandingan Brunei Darussalam vs Indonesia akan berlangsung di Stadion Kuala Lumpur, Malaysia sore nanti sekitar pukul 17:00 WIB. 

Di atas kertas, Timnas Indonesia tentu saja jauh lebih unggul dibanding Brunei. Menilik dari catatan pertemuan, Timnas Indonesia telah 6 kali meraih kemenangan dari 10 pertandingan terakhir.

Dari 6 pertandingan itu, Timnas Indonesia mampu mencetak lebih dari 2 gol. Pada laga terakhir kedua tim, 26 September 2012, Timnas Indonesia bahkan mampu menang lima gol tanpa balas. 

Dibanding dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Brunei memang bisa dibilang negara paling lemah untuk urusan sepak bola. 

Dari tahun ke tahun, Brunei selalu menjadi tim lumbung gol untuk negara-negara lain saat mengikuti kompetisi. Bahkan di Piala AFF 2022, menjadi penampilan perdana Brunei setelah absen 26 tahun. 

Jika menilik dari negara-negara yang lemah sepak bola, mayoritas tidak memiliki sumber daya mumpuni. Hal ini justru berbeda dengan Brunei. 

Brunei Darussalam tercatat menjadi salah satu negara paling kaya di dunia. Diprediksi nilai kekayaan negara Brunei mencapai 28 milliar dollar AS atau diperkirakan 50 kali lipat dari kekayaan kerajaan Inggris. 

Lantas apa yang menjadi penyebab sepak bola Brunei dari tahun ke tahun selalu berjalan di tempat alias tak alami kemajuan?

baca juga

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita tengok dulu sejarah sepak bola di sana. 

Mengutip dari berbagai sumber, federasi sepak bola Brunei (BAFA) baru dibentuk pada 15 Maret 1956. Awalnya federasi ini terbentuk masih bersifat amatir. 

Selama puluhan tahun, BAFA hanya bersifat amatir. Baru 53 tahun kemudian, kata Amatir hilang dan menjadikan federasi ini bersifat profesional. 

Maka tidak mengherankan jika selama puluhan tahun itu juga tim nasional Brunei hanya bertanding di level regional seperti SEA Games ataupun kompetisi seperti Merdeka Cup. 

Bahkan sepanjang sejarahnya, tim nasional Brunei yang memiliki julukan si Lebah ini hanya empat kali bertanding di babak kualifikasi Piala Dunia yakni edisi 1986, 2002, 2018 dan 2022. 

Tak hanya itu, Brunei sepanjang sejarahnya hanya melawan 25 negara di laga uji coba baik resmi ataupun tidak resmi. Brunei dari 127 laga uji coba hanya mampu menang 20 kali dan menelan kekalahan sebanyak 103 kali. 

Sejarah juga mencatat bahwa tim nasionl Brunei sempat ikut kompetisi di Liga Malaysia. Menariknya pada 1999, mereka membuat kejutan dengan mengangkat trofi Piala Malaysia. 

Mengutip dari catatan FIFA, ada 2500 pesepak bola di Brunei dan mayoritas ialah pemain amatir dan semi profesional. 

Era baru di sepak bola Brunei berlangsung di awal milenium. Kompetisi sepak bola baru diadakan di Brunei pada 2002. 10 tahun kemudian, muncul Liga Super Brunei. 

PSSI-nya Brunei, NFABD menyadari bahwa perkembangan sepak bola mereka hanya bisa terjadi jika ada pengembangan pemain muda dan kompetisi profesional. 

Pihak NFABD pun seperti dilansir dari laman resmi FIFA menegaskan bahwa mereka punya rencana untuk perkembangan pemain muda. 

"Kami memiliki beberapa rencana untuk meningkatkan jumlah anak-anak bermain sepak bola," ujar Direktur Teknis NFABD, Nair Sivaji.

Ya, untuk pengembangan pemain muda, langkah awal yang dilakukan NFABD ialah menarik minat anak-anak di Brunei untuk bermain sepak bola. 

"Kami akan mendirikan pusat bakat di distrik-distrik sehingga bisa menciptakan peluang menghasilkan pemain muda berbakat," tambah Nair.

Sebenarnya tidak hanya itu, yang dibutuhkan sepak bola Brunei untuk bisa maju menurut NFABD ialah sokongan nyata dari pemangku kepentingan agar sepak bola bisa menjadi budaya di negara tersebut.

Faktanya kendala terbesar Brunei memang budaya sepak bola di sana tidak semasif dengan negara-negara tetangganya seperti Indonesia, Malaysia ataupun Singapura. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Laga Selanjutnya Piala AFF 2022, Ini Head To Head Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam

Laga Selanjutnya Piala AFF 2022, Ini Head To Head Timnas Indonesia vs Brunei Darussalam

Malang | Senin, 26 Desember 2022 | 11:24 WIB

Piala AFF 2022: Timnas Indonesia Diprediksi Pesta Gol Melawan Brunei Sore Ini

Piala AFF 2022: Timnas Indonesia Diprediksi Pesta Gol Melawan Brunei Sore Ini

Bola | Senin, 26 Desember 2022 | 11:09 WIB

Marc Klok Bocorkan Instruksi Khusus Shin Tae-yong Jelang Timnas Indonesia vs Brunei di Piala AFF 2022

Marc Klok Bocorkan Instruksi Khusus Shin Tae-yong Jelang Timnas Indonesia vs Brunei di Piala AFF 2022

Bola | Senin, 26 Desember 2022 | 10:47 WIB

Piala AFF 2022: Pelatih Timnas Brunei Bocorkan Taktik Kalahkan Timnas Indonesia Sore Ini

Piala AFF 2022: Pelatih Timnas Brunei Bocorkan Taktik Kalahkan Timnas Indonesia Sore Ini

Bola | Senin, 26 Desember 2022 | 10:45 WIB

Bagaimana Klub Eropa Mengasah Kemampuan Egy Maulana dan Witan Sulaeman?

Bagaimana Klub Eropa Mengasah Kemampuan Egy Maulana dan Witan Sulaeman?

Video | Senin, 26 Desember 2022 | 11:05 WIB

Terkini

Portugal Pesta Gol 5-0 atas Uzbekistan, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Bersejarah

Portugal Pesta Gol 5-0 atas Uzbekistan, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Bersejarah

Bola | Rabu, 24 Juni 2026 | 02:15 WIB

Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing

Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing

Jabar | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:45 WIB

Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal

Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal

Jabar | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32 WIB

BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering

BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering

Sumsel | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:25 WIB

Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?

Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?

Sumsel | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:15 WIB

Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar

Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar

Jabar | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:15 WIB

Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?

Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?

Sumsel | Selasa, 23 Juni 2026 | 23:02 WIB

Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability

Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:50 WIB

Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?

Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?

Kalbar | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:33 WIB

Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya

Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya

Jabar | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:22 WIB