Ini Alasan Mengapa Obat Anti TB Harus Dihabiskan

Esti Utami | Suara.com

Jum'at, 21 Maret 2014 | 15:12 WIB
Ini Alasan Mengapa Obat Anti TB Harus Dihabiskan
Ilustrasi tuberculosis masih mengancam dunia (Foto: shutterstock)

Suara.com - Salah satu kunci utama penyembuhan pasien tuberculosis (TB) adalah disiplin mengonsumsi obat. Jangan karena merasa sudah merasa lebih baik, Anda lantas menghentikan konsumsi obat yang diberikan dokter. Karena ini bisa berbahaya, kuman yang bersarang di tubuh Anda bisa menjadi kebal atau imun pada obat anti TB (OAT).

Dr. Muhammad Arifin Nawas, Sp,P(K), MARS, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia menjelaskan jika hal ini terjadi maka proses penyembuhan akan semakin sulit. Selain itu pasien yang sudah mengalami kekebalan obat anti TB (TB MDR) juga rentan menularkan penyakitnya kepada orang lain.

Lebih jauh dijelaskan pengobatan TB paru, bisa dibedakan menjadi dua fase  yakni fase awal dan fase lanjutan. Fase awal berlangsung selama 2-3 bulan setelah pasien dinyatakan positif menderita TB. Pada fase ini, pasien diwajibkan meminum OAT untuk membunuh kuman. Sedangkan fase lanjutan (4-7 bulan), pasien meminum obat tambahan untuk mensterilkan kuman.

"Di fase kedua inilah biasanya, pasien menjadi tidak disiplin," ujarnya sambil mengingatkan, ketidak disiplinan inilah menjadi salah satu faktor mengapa angka kasus TB di Indonesia masih tinggi, bahkan masuk empat besar di dunia.

Menurut Arifin ada lima elemen faktor penting untuk mencegah penyebaran TB. Yang pertama komitmen politis, yaitu komitmen untuk menyediakan fasilitan pengobatan yang memadai sekaligus membangun lingkungan yang sehat. "Kami sebagai dokter juga harus komit memberikan OAT yang benar dan bagus," ujarnya, saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Sedangkan pasien juga harus komit untuk berobat secara teratur, dan disiplin mengonsumsi obat yang diberikan. "Masyarakat juga bisa membantu dengan melaporkan kasus TB yang ditemukannya kepada petugas kesehatan agar bisa segera diobati," jelasnya.

Arifin mengingatkan, siapapun bisa terserang TB. Dan risiko meningkat pada mereka yang sering melakukan kontak kontak penderita TB, maupun pasien TB multi-drug resistant (TB MDR).  "Cara efektif mencegah TB adalah menjaga daya tahan tubuh supaya tetap sehat, dengan mengasup makanan bergizi, olahraga teratur, dan minum vitamin teratur," ujar Arifin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aduh, Kok Malah Terkena Infeksi di Rumah Sakit

Aduh, Kok Malah Terkena Infeksi di Rumah Sakit

Health | Kamis, 20 Maret 2014 | 18:45 WIB

10 Fakta Menarik Tentang Vibrator

10 Fakta Menarik Tentang Vibrator

Lifestyle | Selasa, 18 Maret 2014 | 19:21 WIB

Stetoskop Miliki Lebih Banyak Kuman Ketimbang Tangan Dokter

Stetoskop Miliki Lebih Banyak Kuman Ketimbang Tangan Dokter

Health | Jum'at, 28 Februari 2014 | 21:23 WIB

Tiga Makanan Sehat Sehari-hari

Tiga Makanan Sehat Sehari-hari

Health | Rabu, 26 Februari 2014 | 03:01 WIB

Terkini

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak

Health | Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami

Health | Kamis, 23 April 2026 | 16:09 WIB

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran

Health | Rabu, 22 April 2026 | 09:00 WIB