WHO: Secara Global, Usia Harapan Hidup Kembali Naik

Ririn Indriani

Jum'at, 16 Mei 2014 | 10:10 WIB
WHO: Secara Global, Usia Harapan Hidup Kembali Naik
Pasangan lanjut usia (lansia). (shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa rata-rata usia harapan hidup di seluruh dunia naik menjadi 73 tahun untuk bayi perempuan yang lahir pada 2012 dan 68 untuk bayi laki-laki.

Seperti dilansir dari Reuters bahwa kesuksesan dalam memerangi sejumlah penyakit menular seperti campak, malaria, tuberkolosis, dan polio telah memperpanjang usia harapan hidup.

Meski demikian, dalam laporan statistik tahunan WHO mencatat bahwa sejumlah faktor lain seperti gaya hidup seseorang justru mengurangi harapan tersebut.

Untuk bayi perempuan Jepang memperoleh usia harapan tertinggi dengan 87 tahun sementara untuk lelaki berada di Islandia yaitu, 81,2 tahun.

Jepang, Swiss, Italia, Singapura, dan Luksemburg berada di urutan 10 besar untuk kedua jenis kelamin.

Angka harapan hidup terendah tercatat berada di kawasan sub-sahara Afrika di mana laki-laki dan perempuan di sembilan negara diperkirakan akan meninggal di usia 55 tahun.

Sementara itu gaya hidup yang menyebabkan masalah jantung dan penyakit lainnya juga menurunkan usia harapan hidup di beberapa kasus.

"Ini adalah masa transisi di mana kesuksesan memerangi penyakit menular justru diikuti dengan naiknya jumlah orang yang mati--sebagian pada usia muda--karena penyakit tidak menular," kata kepala sistem informasi dan statistik WHO, Ties Boerma.

Pada tahun ini, WHO untuk kali pertama menghitung "jumlah tahun kehidupan yang hilang (years of life lost--YLL)," yang secara sederhana dapat diartikan sebagai angka kematian usia muda.

Kematian usia muda karena diare dan infeksi saluran pernapasan--yang menjadi penyebab kematian terbesar di awal milenium--turun dari 40 persen menjadi 30 persen pada 2012.

Saat ini, penyebab kematian prematur yang utama adalah penyakit jantung iskemik.

Di sisi lain, kematian usia muda juga banyak disebabkan oleh kecelakaan di jalan. Angkanya naik 14 persen dari 2000 ke 2012.

WHO menyebutkan bahwa naiknya jumlah pengendara kendaraan bermotor di negara berkembang tidak diimbangi oleh perbaikan keamanan jalan.

Secara umum, hampir semua negara mengalami kenaikan usia harapan hidup. Di antara pengecualian adalah Boswana, Pantai Gading, dan Suriah.

WHO memperkirakan bahwa negara-negara yang baru saja pulih dari konflik akan memperoleh kenaikan yang signifikan dalam hal usia harapan hidup.

"Kami menyaksikan di beberapa negara kemajuan yang sangat pesat. Contohnya Liberia yang mengejar ketertinggalan usia harapan hidup dengan cepat," kata Boerma.

Tak hanya itu, Rwanda dan Kamboja, lanjut dia, juga mengalami hal sama. "Dengan pola ini, negara yang mendapatkan pemimpin baik pasca krisis akan mendapatkan kemajuan besar di bidang kesehatan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

WHO: New Delhi Kota dengan Udara Terkotor di Dunia

WHO: New Delhi Kota dengan Udara Terkotor di Dunia

Health | Kamis, 08 Mei 2014 | 23:38 WIB

Indonesia Terima Sertifikat Bebas Polio dari WHO

Indonesia Terima Sertifikat Bebas Polio dari WHO

News | Jum'at, 07 Maret 2014 | 11:54 WIB

WHO: Antibiotik Terancam Punah

WHO: Antibiotik Terancam Punah

Health | Kamis, 06 Maret 2014 | 14:19 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×