Array

WHO: Antibiotik Terancam Punah

admin Suara.Com
Kamis, 06 Maret 2014 | 14:19 WIB
WHO: Antibiotik Terancam Punah
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Suara.com - Sejak 1998, World Health Organization (WHO) telah mengingatkan dunia akan ancaman punahnya antibiotik yang tidak mampu lagi melawan bakteri yang resisten (superbugs).

Masalah ini terus menjadi permasalahan global dengan dampak yang signifikan terhadap kualitas kesehatan masyarakat.

Di Indonesia, melalui Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan 86,1 persen rumah tangga Indonesia menyimpan antibiotik di rumah tanpa adanya resep dokter.

Beranjak dari fakta itulah Yayasan Orang Tua Peduli (YOP) bekerja sama dengan ReAct (Action on Antibiotic Resistance), membuat program terkait masalah penggunaan antibiotik bertajuk "Bijak Antibiotik".

Program ini, kata Communication Adviser dari ReAct, Satya Sivaraman, difokuskan pada penggunaan antibiotik untuk berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus.

"Khususnya selesma (common cold) dan diare akut (acute watery diarrhea) untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan antibiotik secara tepat," jelasnya pada acara media briefing bertajuk "Bijak Antibiotik" di Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Selama ini, telah timbul anggapan yang salah di tengah masyarakat mengenai bakteri. Ketika tubuh manusia terinfeksi bakteri, lantas bukan berarti tubuh mengalami sakit. "Ini dikarenakan bakteri bukanlah musuh bagi manusia," jelas Satya.

Faktanya, tambah dia, manusia tidak bisa hidup tanpa bakteri.

Satya mengatakan, bahwa hanya terdapat 150 bakteri dari puluhan juta bakteri yang menyebabkan penyakit bagi manusia.Bahkan, tubuh manusia memiliki 10 kali lebih banyak sel bakteri daripada sel-sel manusia.

Namun demikian, manusia cenderung memerangi bakteri dengan salah satunya, menggunakan antibiotik.

Padahal penggunaan antibiotik yang tidak tepat sangat merugikan manusia karena bakteri bermutasi dan menjadi resisten atau kebal sehingga tidak lagi mampu dilawan dengan antibiotik. Kondisi inilah yang menjadi penyebab antibiotik terancam punah.

Jadi, menurut Satya, upaya manusia melawan atau memusnahkan bakteri merupakan upaya yang sia-sia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI