Berdamai Dengan Rasa Cemas dan Ketakutan

Esti Utami | Suara.com

Kamis, 07 Agustus 2014 | 09:30 WIB
Berdamai Dengan Rasa Cemas dan Ketakutan
Ilustrasi. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Rasa takut kadang menyandera seseorang, dan membuatnya sulit untuk 'bergerak' ke mana-mana. Lalu bagaimana mengatasi kecemasan ataupun rasa takut dan pikiran gelap, yang sering membebani langkah kita.

Memecahnya.
Untuk mengatasi kecemasan luar biasa, cobalah untuk memecah informasi ke dalam bagian yang lebih kecil. Ini akan memudahkan untuk mengatasi rasa takut, karen apada dasarnya manusia tidak diprogram untuk mencerna informasi epik. Dr Colin Murray Parkes, seorang psikiater yang banyak melatih melatih mahasiswa kedokteran dalam menyampaikan berita buruk memberikan sarannya. "Jika Anda membombardir pasien dengan kabar buruk, mereka akan terpisah dari masalah itu. Anda harus menghadapi kebenaran, tetapi menghadapinya sedikit demi sedikit seiring waktu akan lebih efektif," ujarnya.

Ambil tindakan.
Cara terbaik untuk memecah informasi adalah dengan mengambil tindakan kecil tapi signifikan. Dalam situasi yang sangat buruk, mencoba melakukan segala sesuatu atau berpikir tentang besarnya krisis justru membuat Anda merasa makin tidak mampu dan tidak berguna. Jadi lebih baik mengenali sesuatu yang praktis yang bisa dilakukan. "Menjadi proaktif adalah tonik psikologis untuk perasaan cemas dan tak berdaya, terutama jika itu berkaitan dengan orang lain," ujar Murray Parkes.

Komunikasikan ketakutan Anda.
Saat masih di bangku kuliah, George Marshall Iklim Outreach & Jaringan Informasi, banyak ditanyai apa hal praktis yang bisa mereka lakukan tentang perubahan iklim?. "Saya meminta mereka untuk benar-benar bekerja dan berbagi keprihatinan tedalam mereka dengan orang lain." ujarnya sambil menambahkan ini akan mengurangi pikiran yang membebani Anda.

Selalu optimis.
Memanfaatkan pikiran positif adalah sebuah kekuatan yang tak disangkal. "Ini adalah fitur psikologi manusia untuk tidak ingin memikirkan pikiran mengerikan," kata psikolog Dr Terri Apter. Menurutnya manusia dilahirkan dengan mekanisme untuk bersikap optimis dan meningkatkan diri untuk tidak terlalu sering marah. "Berpikir positif akan memberikan standar mental yang tak ternilai. Gunakan imajinasi Anda untuk tidak menakut-nakuti sampai mati tetapi untuk menginspirasi diri Anda untuk hidup." ujarnya.  (psychologies.co.uk)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bersyukurlah, Maka Anda Akan Lebih Sehat dan Bahagia

Bersyukurlah, Maka Anda Akan Lebih Sehat dan Bahagia

Health | Kamis, 12 Juni 2014 | 08:43 WIB

Gangguan Itu Bernama Obsessive Compulsive Disorder

Gangguan Itu Bernama Obsessive Compulsive Disorder

Health | Rabu, 23 April 2014 | 17:16 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB