Benarkah Kedelai Tidak Baik Untuk Penderita Kanker Payudara?

Ririn Indriani

Minggu, 07 September 2014 | 12:40 WIB
Benarkah Kedelai Tidak Baik Untuk Penderita Kanker Payudara?
Ilustrasi kedelai. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Meski studi terkini menyebutkan bahwa protein dalam kedelai dikenal untuk meningkatkan aktivitas gen yang berhubungan dengan pertumbuhan kanker payudara pada perempuan yang memiliki kanker payudara, tetapi para peneliti mengingatkan pasien kanker payudara untuk tidak takut makan kedelai.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute mengungkapkan bahwa perempuan yang memiliki kanker payudara masih boleh mengonsumsi kedelai atau produk kedelai seperti tahu, tempe dan lainnya asalkan tidak terlalu banyak.

Lantas, bagaimana dengan perempuan yang tidak memiliki kanker payudara? Apakah kedelai dapat menyebabkan munculnya kanker payudara?

"Studi ini tidak menunjukkan apakah kedelai dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada perempuan dengan payudara sehat," kata peneliti Dr Jacqueline Bromberg dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center di New York City.

Sampai saat ini hubungan antara protein dalam kedelai dan kanker payudara adalah kompleks. Di satu sisi, perempuan Jepang yang kebanyakan mengonsumsi kedelai memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara. Sementara itu, secara ilmiah diketahui bahwa kedelai mengandung phytoestrogen, yaitu zat yang dapat memicu pertumbuhan tumor payudara.

Dalam penemuan terbaru ini Bromberg dan rekannya melakukan pengamatan dari 140 perempuan dengan kanker payudara yang baru didiagnosis menjadi dua kelompok. Satu kelompok makan protein kedelai setiap hari selama 1-4 minggu, sementara kelompok lain diberi susu bubuk.

Meskipun waktu yang singkat, penelitian ini menemukan bahwa 20 persen pasien kanker payudara yang mengonsumsi aktivitas gen protein kedelai menunjukkan pemicu kanker yang tinggi.

Tidak jelas apa hasil dari peningkatan aktivitas gen ini sehingga bisa memicu kanker payudara, karena para peneliti tidak menemukan bukti bahwa tumor berkembang menjadi tak terkendali.

Meski begitu, untuk amannya, para peneliti menyarankan bahwa perempuan yang terkena kanker payudara tidak mengonsumsi banyak kedelai atau suplemen protein kedelai.

Para peneliti juga menganggap bahwa efek dari konsumsi protein kedelai berhubungan dengan waktu. Kemungkinan jika dikonsumsi ketika muda, protein kedelai tidak akan menyebabkan munculnya kanker payudara.

Namun, para peneliti masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut dalam skala yang lebih besar. (Health Daily Post)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pakai Bra Tak Terkait Risiko Kanker Payudara, Benarkah?

Pakai Bra Tak Terkait Risiko Kanker Payudara, Benarkah?

Health | Sabtu, 06 September 2014 | 20:40 WIB

Studi: Mastektomi Ganda Tak Lebih Efektif Dibanding Lumpectomy

Studi: Mastektomi Ganda Tak Lebih Efektif Dibanding Lumpectomy

Health | Rabu, 03 September 2014 | 08:02 WIB

Rutin Jalan Kaki Turunkan Risiko Kanker Payudara

Rutin Jalan Kaki Turunkan Risiko Kanker Payudara

Health | Selasa, 12 Agustus 2014 | 11:13 WIB

Tidur dengan Lampu Menyala Bisa Aktifkan Sel Kanker Payudara

Tidur dengan Lampu Menyala Bisa Aktifkan Sel Kanker Payudara

Health | Rabu, 06 Agustus 2014 | 13:57 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB