Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Vania Rossa

Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
Ilustrasi kanker payudara. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Dr. Sabrina Ngaserin menyatakan deteksi dini melalui skrining medis sangat krusial untuk meningkatkan peluang kesembuhan kanker payudara hingga 99%.
  • Teknologi bedah modern saat ini memungkinkan pengobatan kanker payudara tanpa harus menghilangkan seluruh payudara atau mengurangi sensasi fisik pasien.
  • Peningkatan kasus kanker pada usia di bawah 50 tahun menuntut kesadaran skrining lebih awal bagi generasi muda dan masyarakat.

Suara.com - Kanker payudara masih memegang predikat sebagai jenis kanker yang paling sering menyerang wanita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan Singapura. Bagi sebagian besar orang, mendengar kata kanker seolah-olah menerima vonis akhir kehidupan. Rasa takut, cemas, dan bayang-bayang kehilangan payudara sering kali membuat para wanita memilih menutup mata dan menghindari pemeriksaan.

Namun, benarkah situasinya semengerikan itu?

Dr. Sabrina Ngaserin, seorang spesialis bedah payudara dari Mount Elizabeth Hospital, Singapura, membagikan pandangan sosiomedis dan medis yang mencerahkan. Kabar baiknya: Kanker payudara sangat bisa disembuhkan, asalkan ditemukan sejak dini.

Angka Kelangsungan Hidup Lebih dari 90%: Keajaiban Deteksi Dini

Menurut dr. Sabrina, di Singapura, angka kelangsungan hidup (survival rate) pasien kanker payudara selama 5 tahun telah melampaui 90%. Bahkan, jika kanker berhasil didiagnosis pada Stadium 0, tingkat kesembuhannya mencapai hampir 99%.

Mengapa hasilnya bisa sangat baik? Kuncinya ada pada skrining dini.

"Skrining berarti kita mendeteksi kanker sebelum ada benjolan yang bisa dirasakan, sebelum ada gejala, dan sebelum ada tanda-tanda luar. Ketika kita menangkapnya di fase ini, angka kematian bisa ditekan hingga 20% sampai 47%," jelas dr. Sabrina saat ditemui Suara.com beberapa waktu lalu di Jakarta.

Berbeda dengan tren di Indonesia di mana pasien umumnya baru datang pada Stadium 3 atau 4, di Singapura kanker justru lebih banyak ditemukan pada Stadium 0, 1, atau 2. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa banyak pasien dari Indonesia dan berbagai negara di kawasan regional memilih melakukan perjalanan medis ke Singapura untuk mencari opini kedua (second opinion), pencitraan canggih, hingga terapi multidisiplin.

Dr. Sabrina Ngaserin, spesialis bedah payudara dari Mount Elizabeth Hospital, Singapura. (Suara.com/Vania)
Dr. Sabrina Ngaserin, spesialis bedah payudara dari Mount Elizabeth Hospital, Singapura. (Suara.com/Vania)

Menepis Ketakutan: Kalau Dioperasi, Apakah Saya Akan Kehilangan Payudara?

baca juga

Salah satu alasan terbesar wanita takut memeriksakan diri adalah kecemasan akan kehilangan simbol feminitas mereka akibat operasi pengangkatan payudara (mastektomi).

Dr. Sabrina menegaskan bahwa dunia kedokteran modern memiliki filosofi penting: "Mengobati kanker, tetapi tetap mempertahankan keutuhan sang wanita."

Apa saja yang bisa dilakukan?

1. Operasi Konservasi Payudara (Breast Conserving Surgery): Jika kanker ditemukan dalam ukuran kecil dan sejak dini, dokter tidak perlu mengangkat seluruh payudara. Cukup bagian kankernya saja yang diangkat dengan menyisakan jaringan sehat di sekitarnya.

2. Mastektomi Minimal Invasif & Robotik: Jika mastektomi total tetap diperlukan, teknologi kedokteran saat ini memungkinkan operasi dilakukan melalui sayatan kecil (2–4 cm) yang tersembunyi di ketiak atau garis bawah payudara. Kulit luar dan puting tetap dipertahankan, lalu direkonstruksi menggunakan implan atau jaringan lemak tubuh pasien sendiri sehingga bentuknya kembali menyerupai aslinya.

3. Sensation Preserving Mastectomy (Neurotisasi): Operasi mastektomi biasa umumnya membuat kulit payudara mati rasa karena sarafnya ikut terpotong. Namun, lewat teknik canggih yang diterapkan, menurut dr. Sabrina, saraf-saraf di dinding dada dapat dipertahankan dan disambungkan kembali ke puting. Hasilnya? Sensasi sentuhan dan kehangatan pada payudara pasca-operasi tetap terjaga!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Terobosan Baru Penanganan Kanker Hati dan Pankreas Tanpa Bedah

Terobosan Baru Penanganan Kanker Hati dan Pankreas Tanpa Bedah

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto

Bidik Potensi Ekonomi Banyumas, Bank BSN Resmikan KC Purwokerto

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×