Pentingnya Pertolongan Pertama Dalam Kondisi Darurat

Esti Utami

Kamis, 18 September 2014 | 10:17 WIB
Pentingnya Pertolongan Pertama Dalam Kondisi Darurat
Ilustrasi (Shutterstock).

Suara.com - Pertolongan pertama memegang peran penting dalam kondisi darurat, seperti ketika terjadi kecelakaan atau seseorang mengalami serangan jantung. Hal-hal yang lebih serius dapat terjadi, jika korban tidak mendapat pertolongan pertama yang tepat.

Untuk itu, sebagai awam, kita perlu mengetahui cara-cara yang tepat untuk melakukan pertolongan pertama. Menurut Teguh Adi Wibowo, Kepala Program Pengurangan Risiko Bencana, pengetahuan tentang pertolongan pertama sangat penting.

"Pertolongan pertama yang dilakukan dengan tepat dapat menyelamatkan jiwa korban, mencegah cacat, memberikan rasa nyaman dan memudahkan proses penyembuhan," ujar Teguh dalam Pelatihan Pertolongan Pertama yang diadakan Palang Merah Indoensia (PMI), di Jakarta, Selasa (16/9/2014) lalu.

Untuk melakukan pertolongan pertama, ada beberapa alat yang dibutuhkan.
Alat-alat tersebut, kata Teguh, antara lain adalah sarung tangan lateks/karet, kacamata pelindung, baju pelindung, masker penolong dan masker resusitasi.

"Jika tidak punya, minimal yang harus dikenakan ketika melalukan pertolongan pertama adalah masker dan sarung tangan karet. Hal ini sangat penting untuk mencegah penularan melalui darah korban, bakteri dari batuk dan liur dan lain-lain," jelas Teguh.

Tahap awal pertolongan pertama, adalah penilaian dini untuk menentukan kesan umum. Apakah oramg tersebut sakit (medis) atau kecelakaan (trauma). Langkah selanjutnya adalah pemeriksaan respon dengan menepuk kedua dada korban atau kedua pipi korban sambil memanggil.

"Lihat apakah korban sadar atau tidak. Jika tidak, periksa denyut nadinya di bagian leher. Dan lakukan pemeriksaan bagian bawah leher korban, bandingkan dengan leher kita. Hal ini untuk memeriksa apakah ada kerusakan yang terjadi pada leher korban," jelas Teguh.

Setelah itu, memastikan jalan nafas terbuka. Dengan mendongakan dagu korban ke arah atas. "Kita buka jalan nafasnya. Bisa saja dia tidak bisa bernafas, karena jalan nafasnya tersumbat," kata Teguh lagi.

Langkah selanjutnya adalah menilai pernapasan. Beri napas buatan ke mulut korban sebanyak dua kali. "Tekan bagian pertemuan rongga tulang dada, sebanyak 4 kali 6 hitungan. Lalu beri dua kali napas buatan. Lakukan hingga lima kali siklus seperti itu. Jika korban belum sadar juga, perikan napas buatan sebanyak 12 kali," jelasnya.

Lalu menilai sirkulasi darah dan menghentikan pendarahan dengan cara memiringkan korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertolongan Pertama Pada Penderita Luka Bakar

Pertolongan Pertama Pada Penderita Luka Bakar

Health | Rabu, 17 September 2014 | 08:06 WIB

Lengah, Faktor Utama Penyebab Kecelakaan

Lengah, Faktor Utama Penyebab Kecelakaan

Otomotif | Selasa, 02 September 2014 | 19:01 WIB

Terkini

Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030

Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Relationship Burnout: Hubungan yang Harusnya Nyaman Justru Menguras Energi

Relationship Burnout: Hubungan yang Harusnya Nyaman Justru Menguras Energi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Keamanan Timur Tengah Jadi Sorotan, PSSI Pertimbangkan Ganti Lawan Timnas Indonesia

Keamanan Timur Tengah Jadi Sorotan, PSSI Pertimbangkan Ganti Lawan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:35 WIB

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Cemburu! Suami di Metro Tega Bakar Istri yang Sedang Hamil Saat Tidur Pulas

Cemburu! Suami di Metro Tega Bakar Istri yang Sedang Hamil Saat Tidur Pulas

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Review The Pet Cemetery Murders: Hantu, Pembunuhan, dan Sejarah yang Kelam

Review The Pet Cemetery Murders: Hantu, Pembunuhan, dan Sejarah yang Kelam

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:30 WIB

4 Sepeda Lipat Murah di Bawah Rp2 Juta untuk Kerja, Praktis Dibawa ke Kantor

4 Sepeda Lipat Murah di Bawah Rp2 Juta untuk Kerja, Praktis Dibawa ke Kantor

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi MoU Islamabad di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi MoU Islamabad di Tengah Ketegangan Timur Tengah

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Legenda Kosmetik Indnesia Martha Tilaar Meninggal Dunia

Legenda Kosmetik Indnesia Martha Tilaar Meninggal Dunia

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:25 WIB

×