Seni, Terapi Mujarab bagi Penyandang Autisme

Ririn Indriani | Firsta Nodia
Seni, Terapi Mujarab bagi Penyandang Autisme
Ilustrasi. (Shutterstock)

Karena seni menyenangkan hati yang pada gilirannya mampu menenangkan emosi penyandang autisme.

p>Suara.com - Autisme adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa, sehingga anak mengalami kelainan perkembangan mental.

Nah, anak yang mengalami kelainan perkembangan mental ini ditandai dengan ketidakmampuannya berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif.

Umumnya, mereka memiliki emosi yang tidak stabil terhadap sesuatu hal. Psikolog Meiske Y Suparman mengatakan bahwa terapi seni (art therapy) merupakan obat mujarab untuk menenangkan emosi para penyandang autisme.

"Tujuan art therapy itu sendiri untuk mengeluarkan emosi melalui karya seni yang menjadi minat mereka. Bisa melalui melukis, menyanyi, menari, disesuaikan dengan apa yang paling ia sukai," ujarnya pada acara "Pameran Seni Rupa Anak dan Remaja dengan Autisme" di Galeri Aprilia, Jumat, (7/11/2014).

Menurutnya, terapi seni merupakan suatu metode penyembuhan, namun menggunakan bantuan seni.  Mengapa menggunakan seni sebagai alat? Menurut penelitian sebelumnya, kata Meiske, seni adalah kegiatan yang memberi kesenangan jiwa bagi pelakunya sendiri.

"Seni sebenarnya nggak hanya untuk penyandang autisme, kita juga kalau stres biasanya dengerin musik biar fresh. Mendengarkan musik juga salah satu terapi seni," imbuhnya.

Ini dimungkinkan karena anak-anak autis bukan tanpa potensi, mereka memiliki bakat dan kecakapan akademis yang bisa dikembangkan. Sebagai contoh, menurut Mieske, di luar potensi umum yang dimiliki, beberapa anak autis memiliki kecakapan atau kecenderungan khusus pada bidang numerical (angka).

Sedangkan lainnya, lanjutnya, memiliki kecenderungan auditif (pendengaran), tapi ada juga yang memiliki potensi di bidang visual (penglihatan). Dengan memahami karakteristik dan potensi tersebut, seorang terapis dapat menggali potensi yang terpendam pada penyandang autisme.

Melalui lukisan, misalnya, mereka mengungkapkan ekspresi yang ia rasakan sebagai bentuk komunikasi intrapersonal. Ini bisa dimafaatkan terapis untuk mengetahui apa yang tengah dipikirkan dan dirasakan oleh penyandang autisme.

Namun, keefektifan terapi seni sangat bergantung pada lingkungan. Jika orangtua, terapis dan sekitarnya mendukung dan memotivasi anak autis dalam mengembangkan bakat seninya, maka ia akan menonjol pada bidang tersebut dibanding teman-temanya yang tidak autis.

"Syaratnya lingkungan harus mendukung, seperti acara pameran ini. Karya dan bakat anak diapresiasi tentu mereka akan lebih semangat lagi dalam mengembangkan potensinya. Selain itu harus kontinyu, jangan setenga-setengah. Kalau perlu ibu harus belajar bagaimana memberikan terapi seni bagi anak," pungkasnya.

loading...
loading...
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

Ketika Ahok kesal akibat banyaknya orang yang tak peduli terhadap sesama, inilah yang dikatakannya! .
.
.
Simak berita selanjutnya : www.suara.com .
----
Follow @suaradotcom - Tanpa Suara Beda Artinya
----
.
.
.
#Suaradotcom #hotinfo #Jakarta #hotnews #beritapilihan #beritapopuler #beritaterkini 
#QuotesOfTheDay #basukitjahjapurnama #ahok #kutipanahok

INFOGRAFIS