Stop Cemas Anak Nonton Gadget! Tayangan Ini Hadir Jadi Jembatan Nilai Positif di Era Digital

Dinda Rachmawati

Rabu, 29 Oktober 2025 | 12:36 WIB
Stop Cemas Anak Nonton Gadget! Tayangan Ini Hadir Jadi Jembatan Nilai Positif di Era Digital
Stop Cemas Anak Nonton Gadget! SANG Hadir Jadi Jembatan Nilai Positif di Era Digital (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Tentang Anak hadirkan SANG, animasi edukatif untuk arahkan screen time anak jadi lebih berkualitas.
  • “Yang penting bukan menjauhkan, tapi mendampingi,” ujar Grace Sameve, psikolog Tentang Anak.
  • Dibuat oleh talenta muda Indonesia, SANG menanamkan nilai sosial-emosional lewat cerita dan musik yang menyenangkan.

Suara.com - Di era digital, layar sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak-anak Indonesia. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur malam, pemandangan anak yang memegang ponsel atau menatap tablet sudah bukan hal aneh. 

Namun, di balik kemudahan akses informasi itu, muncul kekhawatiran baru, apakah paparan layar yang berlebihan akan berdampak buruk bagi tumbuh kembang mereka?

Data terbaru menunjukkan bahwa hampir 40 persen anak usia 2–5 tahun di Indonesia menggunakan gadget lebih dari dua jam per hari, angka yang jauh melampaui rekomendasi WHO dan American Academy of Pediatrics yang menyarankan durasi maksimal satu jam untuk usia prasekolah. 

Fakta ini menjadi panggilan penting bagi para orangtua dan pendidik: bagaimana cara menghadapi era digital tanpa menutup diri darinya? Pertanyaan itu pula yang mendorong Tentang Anak menghadirkan solusi kreatif melalui peluncuran “SANG”, serial animasi edukatif karya anak bangsa. 

Serial ini diperkenalkan pertama kali dalam Asikfesr, sebuah festival keluarga dan kreativitas yang digelar di Lippo Mall Nusantara, Jakarta. Melalui karakter dan cerita yang hangat, SANG mengajarkan anak nilai-nilai sosial emosional seperti berbagi, berterima kasih, meminta maaf, dan menolong, dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

“Teknologi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak. Yang penting bukan menjauhkan, tapi mendampingi. SANG hadir sebagai teman yang membantu orangtua mengenalkan nilai-nilai baik dengan cara yang menyenangkan,” ujar Grace E. Sameve, M.A, M.Psi, Psikolog Anak sekaligus Konsultan Edukasi Tentang Anak.

Menurut Grace, persoalan bukan pada screen time-nya, melainkan kualitas dari apa yang ditonton. Anak-anak yang mengonsumsi konten positif, interaktif, dan sesuai tahap usianya justru bisa mengembangkan kemampuan bahasa, empati, hingga kepekaan sosial. 

“Kuncinya ada pada pendampingan orangtua dan pilihan konten. Dengan konten yang tepat, layar bisa menjadi jendela belajar, bukan sekadar hiburan pasif,” tambahnya.

Di balik SANG, ada semangat besar untuk menghadirkan tayangan lokal yang tak kalah dengan produksi luar negeri. Seluruh tim kreatifnya merupakan talenta muda Indonesia, dipimpin oleh dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, CEO Tentang Anak sekaligus Executive Producer serial ini. 

baca juga

Ia percaya bahwa anak Indonesia berhak mendapatkan tontonan yang tidak hanya seru, tapi juga membentuk karakter.

“SANG bukan sekadar animasi, melainkan bagian dari misi besar Tentang Anak untuk membentuk generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global,” jelas dr. Mesty.

Serial ini juga menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang terintegrasi. Selain animasi di kanal YouTube Tentang Anak, tersedia pula lagu anak orisinal di Spotify dan YouTube Music, serta buku dan merchandise edukatif di Tentang Anak Official Store. 

Semua dirancang untuk memperkuat nilai-nilai yang disampaikan lewat cerita, menjadikan pengalaman belajar anak berlangsung di dunia nyata, bukan hanya di depan layar.

Dengan pendekatan semacam ini, screen time bukan lagi musuh yang harus dihindari, melainkan alat bantu belajar yang perlu diarahkan. Orangtua tidak perlu lagi cemas saat anak menatap layar, selama apa yang mereka tonton membawa nilai, rasa ingin tahu, dan empati.

Melalui SANG, Tentang Anak mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk melihat teknologi dengan cara baru, bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana membentuk masa depan anak yang lebih baik. 

Karena pada akhirnya, bukan lamanya waktu di depan layar yang menentukan, melainkan apa yang mereka lihat, pelajari, dan rasakan di baliknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Mobil Listrik Kecil untuk Antar Jemput Anak Sekolah, Ada Alphard Mini Versi Murah

5 Mobil Listrik Kecil untuk Antar Jemput Anak Sekolah, Ada Alphard Mini Versi Murah

Otomotif | Rabu, 29 Oktober 2025 | 10:57 WIB

Ajak Anak Muda Berpikir Kritis, Hasto: Tantangan Apa yang Harus Kita Jawab...

Ajak Anak Muda Berpikir Kritis, Hasto: Tantangan Apa yang Harus Kita Jawab...

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:05 WIB

Begini Cara Generasi Muda Hidupkan Kembali Sumpah Pemuda dengan Cara Kekinian

Begini Cara Generasi Muda Hidupkan Kembali Sumpah Pemuda dengan Cara Kekinian

Lifestyle | Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:27 WIB

Terkini

Pakar Beberkan Rahasia Merek Bertahan Puluhan Tahun di Tengah Persaingan Ketat

Pakar Beberkan Rahasia Merek Bertahan Puluhan Tahun di Tengah Persaingan Ketat

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:09 WIB

Streamlining BUMN Asuransi Digeber, IFG Mulai Susun Dasar Hukum Pemecahan Perusahaan

Streamlining BUMN Asuransi Digeber, IFG Mulai Susun Dasar Hukum Pemecahan Perusahaan

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:08 WIB

Nekat Tampil Usai Cedera, Pebalap Muda Indonesia Siap 'Siksa' Honda NSF250R di Sirkuit Sepang

Nekat Tampil Usai Cedera, Pebalap Muda Indonesia Siap 'Siksa' Honda NSF250R di Sirkuit Sepang

Sport | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:06 WIB

Jejak Digital Diburu, Polisi Analisis Chat Terakhir Sutrimo Sebelum Tewas

Jejak Digital Diburu, Polisi Analisis Chat Terakhir Sutrimo Sebelum Tewas

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:05 WIB

4 Shio yang Paling Beruntung pada 1 Agustus 2026, Hoki Diprediksi Meningkat

4 Shio yang Paling Beruntung pada 1 Agustus 2026, Hoki Diprediksi Meningkat

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:05 WIB

Petaka Keluarga Inugami: Kisah Perebutan Warisan yang Mengungkap Rahasia Gelap

Petaka Keluarga Inugami: Kisah Perebutan Warisan yang Mengungkap Rahasia Gelap

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:00 WIB

CIMB Niaga Manjakan Nasabah, Gelar Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia 2026

CIMB Niaga Manjakan Nasabah, Gelar Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia 2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:59 WIB

Pemerintah Jamin Tak Bakal 'Ngakalin' Putusan MK soal Anggaran MBG

Pemerintah Jamin Tak Bakal 'Ngakalin' Putusan MK soal Anggaran MBG

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:58 WIB

Staf Diduga Bocorkan Informasi Perkara, KPK Gandeng Polri untuk Penanganan

Staf Diduga Bocorkan Informasi Perkara, KPK Gandeng Polri untuk Penanganan

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:57 WIB

Ribuan Pendekar PSHT Kepung Mapolrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Pembacokan Petugas Valet

Ribuan Pendekar PSHT Kepung Mapolrestabes Surabaya, Desak Polisi Tuntaskan Pembacokan Petugas Valet

Jatim | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:55 WIB

×