Setahun Beroperasi Rapor BPJS Diwarnai Nilai Kuning

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 18 Desember 2014 | 16:38 WIB
Setahun Beroperasi Rapor BPJS Diwarnai Nilai Kuning
Penyerahan Kartu BPJS Kesehatan kepada warga binaan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung Jakarta, Kamis (24/4/2014). [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) pada 1 Januari mendatang genap setahun beroperasi di Indonesia.

Lalu, bagaimana penilaian sejumlah pihak terkait dengan pelayanan yang diberikan BPJS dalam upaya menjamim kesehatan masyarakat Indonesia?

Menurut hasil jajak pendapat yang dilakukan Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKEKK FKM UI) menunjukkan bahwa layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 2014 masih belum maksimal dan diwarnai dengan rapor kuning.

Untuk mengevaluasi kinerja program JKN yang diselenggarakan BPJS, PKEKK FKM UI melibatkan 681 responden di 20 provinsi dengan menanyakan tingkat kepuasan dan kepercayaan mereka terhadap BPJS. Untuk jumlah kepesertaan, memang cukup memuaskan.

Sekitar 49 persen responden telah menjadi peserta dari BPJS. Sayangnya tingginya minat masyarakat menjadi peserta BPJS tidak dibarengi dengan kepuasan terhadap pelayanan fasilitas kesehatan yang mereka dapatkan.

Dari 43 persen responden yang telah menggunakan layanan BPJS untuk berobat hanya 44 persen yang puas dengan layanan dokter. Sedangkan yang merasa puas dengan layanan Rumah Sakit yang bekerja sama dengan BPJS hanya 54 persen.

Ketua Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PKEKK FKM UI), Prof Dr Hasbullah Thabrany, MPH, DrPH, menjelaskan bahwa ketidakpuasan masyarakat yang diwakili oleh responden ini paling utama disebabkan layanan rumah sakit yang menurun ketika dikelola BPJS.

"Hal ini mungkin disebabkan oleh layanan rumah sakit ketika masih dikelola Askes dinilai lebih baik dibandingkan ketika dikelola BPJS," ujarnya pada acara Evaluasi Akhir Tahun JKN dan Prospeknya di 2015 di Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Lebih lanjut, ia menambahkan, bahwa rendahnya tingkat kepuasan peserta soal JKN bisa menjadi bumerang terhadap kelangsungan BPJS di masa mendatang. Terlebih saat deadline untuk para Pekerja Penerima Upah (PPU) pegawai swasta tinggal menunggu hari.

Keluhan akan pelayanan dan peraturan yang ditetapkan oleh lembaga yang bertanggung jawab langsung kepada presiden ini, diperkirakan akan semakin meningkat.

Akan tetapi, menurut Prof Hasbullah, ketidakpuasan para peserta Jaminan Kesehatan Nasional ini tidak terlepas dari rendahnya tarif sebagian bayaran kapitasi dan CBG ke rumah sakit  provider yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

"Rumah sakit tentunya juga membutuhkan profit untuk keberlangsungan operasionalnya. Ketidakseimbangan penetapan tarif CBG dan distribusi dana klaim yang bermasalah merupakan pemicu buruknya pelayanan kesehatan RS yang bekerja sama dengan BPJS," jelasnya.

Di samping itu, lanjut dia, pembayaran JKN diwarnai ketidakseimbangan penetapan tarif CBG dan pemberian insentif pada rumah sakit besar, distribusi dana klaim yang bermasalah di tingkat daerah dan penetapan iuran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buat BPJS Jangan Saat Sakit

Buat BPJS Jangan Saat Sakit

Health | Rabu, 03 Desember 2014 | 03:51 WIB

Terkini

Foto Dicatut dan Dikaitkan dengan Ojol Melva Pardede, Politisi PDIP Ellen Taroreh Lapor Polisi

Foto Dicatut dan Dikaitkan dengan Ojol Melva Pardede, Politisi PDIP Ellen Taroreh Lapor Polisi

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:55 WIB

Kapan Puasa Ramadan 2027? Ini Perkiraan Tanggalnya

Kapan Puasa Ramadan 2027? Ini Perkiraan Tanggalnya

Sumut | Selasa, 08 September 2026 | 11:54 WIB

Eva Stevany Rataba Berharta Rp16 M Masuk Desil 4, Ternyata Istri Eks Wakil Bupati Toraja Utara

Eva Stevany Rataba Berharta Rp16 M Masuk Desil 4, Ternyata Istri Eks Wakil Bupati Toraja Utara

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:52 WIB

The Humble Pie: Benarkah Terlalu Rendah Hati Bisa Jadi Masalah?

The Humble Pie: Benarkah Terlalu Rendah Hati Bisa Jadi Masalah?

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 11:50 WIB

Baju Kena Abu Vulkanik? Jangan Asal Cuci, Begini Cara Membersihkannya

Baju Kena Abu Vulkanik? Jangan Asal Cuci, Begini Cara Membersihkannya

Sumut | Selasa, 08 September 2026 | 11:46 WIB

Cerita Komika Malaysia Terjebak di Jakarta karena Erupsi Anak Krakatau, Terpaksa ke KL dari Yogya

Cerita Komika Malaysia Terjebak di Jakarta karena Erupsi Anak Krakatau, Terpaksa ke KL dari Yogya

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:41 WIB

Harga Cabai Rawit Merah Meroket Rp9.200, Tembus Rp91.300 per Kg

Harga Cabai Rawit Merah Meroket Rp9.200, Tembus Rp91.300 per Kg

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 11:38 WIB

Isekai Via Lemari dalam Film Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe

Isekai Via Lemari dalam Film Narnia: The Lion, The Witch, and The Wardrobe

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 11:34 WIB

Manga Medalist Hiatus, Kendala Produksi Jadi Penyebabnya

Manga Medalist Hiatus, Kendala Produksi Jadi Penyebabnya

Your Say | Selasa, 08 September 2026 | 11:30 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Cuma Ganggu Pernapasan, Jantung Juga Bisa Terdampak

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Cuma Ganggu Pernapasan, Jantung Juga Bisa Terdampak

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:26 WIB

×