Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Cuma Ganggu Pernapasan, Jantung Juga Bisa Terdampak

Vania Rossa

Selasa, 08 September 2026 | 11:26 WIB
Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Cuma Ganggu Pernapasan, Jantung Juga Bisa Terdampak
Gunung Anak Krakatau erupsi dan menyemburkan abu vulkanik (Dok. esdm.go.id)
baca 10 detik
  • Dr. Faris Basalamah menjelaskan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau memancarkan abu vulkanik berbahaya bagi organ tubuh.
  • Partikel halus abu vulkanik yang terhirup memicu peradangan pembuluh darah serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
  • Masyarakat disarankan menghindari aktivitas luar ruangan dan memakai masker KN95 untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

Suara.com - Erupsi Gunung Anak Krakatau membawa ancaman kesehatan yang tak boleh dianggap sepele. Paparan abu vulkanik bukan hanya dapat mengganggu saluran pernapasan dan mata, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K), Consultant Cardiologist, Interventional Cardiologist and Interventional Electrophysiologist Heartology Cardiovascular Hospital, menjelaskan abu vulkanik mengandung partikel sangat kecil, termasuk particulate matter (PM) berukuran kurang dari 2,5 mikrometer (PM2.5), fragmen silikon, serta gas sulfur dioksida (SO2).

"Debu vulkanik itu mengandung partikel-partikel kecil dari debu yang kurang dari 2,5 mikrometer dan juga mengandung silikon-silikon yang terfragmentasi serta gas sulfur oksida, SO2. Dan itu sangat berbahaya," ujar Dr. Faris dalam video penjelasan yang diterima Suara.com.

Menurutnya, ada sejumlah organ yang dapat terdampak paparan abu vulkanik. Saluran pernapasan menjadi salah satu yang paling rentan. Paparan dapat memicu batuk, produksi dahak berlebihan, tenggorokan gatal, suara serak hingga memperburuk kondisi asma.

Dalam jangka panjang, paparan juga berpotensi menyebabkan kerusakan kronis pada paru-paru berupa fibrosis atau terbentuknya jaringan parut.

Mata dan kulit pun tidak luput dari dampaknya. Abu vulkanik dapat mengiritasi mata, termasuk kornea, akibat gesekan partikel debu.

Namun, yang juga perlu menjadi perhatian adalah dampaknya terhadap sistem kardiovaskular.

Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K), Consultant Cardiologist, Interventional Cardiologist and  Interventional Electrophysiologist Heartology Cardiovascular Hospital. (Tangkap layar)
Dr. dr. Faris Basalamah, Sp.JP(K), Consultant Cardiologist, Interventional Cardiologist and Interventional Electrophysiologist Heartology Cardiovascular Hospital. (Tangkap layar)

Abu Vulkanik Bisa Picu Peradangan Pembuluh Darah

Lebih lanjut Dr. Faris menjelaskan, partikel abu vulkanik yang terhirup dapat masuk hingga ke alveoli atau bagian paru-paru tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Partikel berukuran sangat kecil kemudian berpotensi memicu respons peradangan di dalam tubuh.

baca juga

Salah satu mekanismenya adalah terjadinya peradangan pada lapisan dalam pembuluh darah atau endotel.

"Debu vulkanik ini masuk ke alveoli, sehingga masuk ke dalam sirkulasi darah dan memicu pelepasan sitokin proinflamasi yang kemudian menyebabkan kerusakan membran dan peradangan dari pembuluh darah kita," jelasnya.

Peradangan tersebut menjadi perhatian terutama bagi orang yang sebelumnya sudah memiliki penyakit jantung koroner atau aterosklerosis.

Pada kondisi tersebut, peradangan dapat berkontribusi terhadap pecahnya plak yang menumpuk di pembuluh darah. Jika plak yang pecah kemudian membentuk sumbatan, aliran darah ke jantung dapat terganggu dan memicu serangan jantung.

Bila proses serupa terjadi pada pembuluh darah otak, risikonya dapat berupa stroke.

Dr. Faris juga menyinggung sejumlah penelitian yang mengamati hubungan antara paparan abu vulkanik dan kejadian kardiovaskular. Salah satunya dilakukan di Hawaii ketika terjadi erupsi gunung berapi, yang menunjukkan adanya peningkatan kejadian serangan jantung dan stroke.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Media Asing Sambut Bandara Soetta Kembali Dibuka Setelah Lumpuh karena Abu Anak Krakatau

Media Asing Sambut Bandara Soetta Kembali Dibuka Setelah Lumpuh karena Abu Anak Krakatau

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:12 WIB

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam

Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:06 WIB

Abu Vulkanik di Sekitar Kita, Seberapa Bahaya bagi Tubuh?

Abu Vulkanik di Sekitar Kita, Seberapa Bahaya bagi Tubuh?

News | Selasa, 08 September 2026 | 11:05 WIB

Terkini

Maria Kristin Bongkar Kriteria Peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026: Kalah Masih Bisa Lolos

Maria Kristin Bongkar Kriteria Peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026: Kalah Masih Bisa Lolos

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 10:35 WIB

Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati

Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:35 WIB

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

×