Ini Alasan HIV/AIDS Belum Ada Obatnya Hingga Kini

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 09 Januari 2015 | 14:35 WIB
Ini Alasan HIV/AIDS Belum Ada Obatnya Hingga Kini
Ilustrasi virus HIV. (Shutterstock)

Suara.com - HIV/AIDS adalah penyakit yang menjadi momok bagi manusia di seluruh dunia, apalagi hingga kini belum ada obat yang mampu menyembuhkannya.

National Institutes of Health mengatakan alasan mengapa penyakit menakutkan itu hingga kini belum ditemukan obatnya, karena virus HIV memiliki cara unik untuk menghindari sistem kekebalan tubuh dan imun manusia tidak mampu merespon secara efektif terhadap situasi tersebut.

Sebuah penelitian baru-baru ini melakukan percobaan pemberian vaksin HIV pada hewan, tapi hasilnya virus semakin mengalami peningkatan dan menciptakan infeksi baru. Hal itu terjadi karena adanya pengaktifan lebih tinggi pada sel CD4 + T.

"Virus ini menginfeksi sel-sel terkuat dari sistem kekebalan tubuh, dan dengan adanya pemberian vaksin justru dapat mengaktifkannya," Dr Guido Silvestri, penulis senior di Yerkes National Primate Research Center.

Vaksin lanjut dia, berguna untuk mencegah penyakit, namun terhadap HIV/AIDS hal itu tidak berlaku.

Sel T adalah jenis sel darah putih yang berfungsi mengirimkan sinyal untuk mengaktifkan respon kekebalan tubuh setiap kali mereka mendeteksi gangguan, seperti bakteri dan virus. Sel CD4 + T disebut sebagai sel T helper yang berguna memimpin perlawanan dengan mengindentifikasi infeksi, sementara Sel CD8 + T masuk untuk membunuh infeksi.

Kedua sel ini merupakan perpaduan yang efektif dalam sistem kekebalan tubuh. Namun, sistem ini seringkali dirusak oleh penyakit auto-imun seperti AIDS. Ketika seseorang terinfeksi HIV, virus menyerang sel CD4 + T dan kemudian menggunakan bagian-bagian sel tersebut dicuri untuk memperbanyak diri dan menyebar ke seluruh tubuh.

Vaksin HIV AIDS pun menggunakan sel CD4 + T, karena memiliki peran kunci pada infeksi HIV dan SIV (Simian Immunodeficiency Virus). Silvestri dalam penelitiannya, melakukan evaluasi dengan lima vaksin yang berbeda dalam mengimunisasi 36 ekor kera rhesus untuk melawan SIV.

Secara umum, para peneliti menemukan tidak ada vaksin yang efektif mencegah infeksi SIV. Anehnya, semua monyet yang diimunisasi terdeteksi memiliki  sel pembunuh atau sel CD8 + T, tetapi sel-sel ini tidak mampu mencegah infeksi virus.

Anehnya, semua kera yang diimunisasi memiliki tingkat berbeda terinfeksi virus SIV di setiap sel. Pada awal vaksinasi, kera mengalami penurunan tingkat infeksi virus SIV pada darah mereka.

Temuan penting yang didapat peneliti adalah kera tersebut memiliki kadar pengaktifan sel CD4 + T pada jaringan mukosa dubur mereka sebelum terinfeksi.

"Kemungkinan bahwa pemberian imunisasi tertentu yang dirancang untuk melindungi infeksi HIV justru akan berakibat peningkatan risiko penularan virus ini. Hal ini dikarenakan penelitian dalam skala besar yang dilakukan baru-baru ini menunjukan kecenderungan tingkat infeksi yang lebih tinggi pada orang yang divaksinasi dari pada yang tidak divaksin," kata penulis menyimpulkan. (Medical Daily)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Setiap Bulan Ditemukan 110 Kasus Baru HIV/Aids di Bali

Setiap Bulan Ditemukan 110 Kasus Baru HIV/Aids di Bali

News | Rabu, 24 Desember 2014 | 02:13 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×