Obesitas Saat Muda Picu Penuaan Sendi

Ardi Mandiri Suara.Com
Kamis, 21 Mei 2015 | 03:41 WIB
Obesitas Saat Muda Picu Penuaan Sendi
Obesitas

Suara.com -  Ahli tulang Dr Karina Besinga SpOT (K) mengatakan kegemukan atau obesitas saat muda dapat memicu terjadinya penuaan sendi atau osteoarthritis pada saat berusia lanjut.

"Obesitas menjadi salah satu pemicu terjadinya osteoarthritis. Hal itu dikarenakan sendi-sendi di tubuh bekerja ekstra untuk menahan berat," ujar Karina dalam acara temu media Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk di Jakarta, Rabu.

Penyebab lainnya adalah gaya hidup tidak sehat dan merokok. Penuaan sendi menyebabkan nyeri sendi pada panggul dan lutut. Penuaan sendi ringan dapat diatasi dengan perubahan perilaku, latihan dan obat-obatan. Terkadang juga dibutuhkan suntikan pelumas pada sendi.

Sementara penuaan sendi berat dapat diatasi dengan operasi penggantian sendi. dengan operasi penggantian sendi. Pasien yang telah melakukan operasi penggantian sendi panggul atau lutut akan merasakan kualitas hidup yang lebih baik.

"Penuaan sendi banyak diderita oleh pria yang berusia dibawah 40 tahun dan didahului riwayat cedera. Sementara pada usia 40 tahun keatas banyak dialami oleh perempuan," jelas Karina.

Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya kadar hormon estrogen pada tubuh perempuan menjelang menopause.

Sayangnya masyarakat acap kali keliru dengan menyamakan nyeri sendi dan asam urat. Sebagian besar masyarakat sering mengonsumsi obat-obatan secara bebas sehingga seringkali menimbulkan efek samping sepertri nyeri lambung yang berkepanjangan dan membuat pengobatan nyeri sendi semakin sulit.

Ada banyak sendi yang sering mengalami nyeri mulai sendi bahu, siku, pergelangan tangan, jari-jari tangan, tulang belakang, panggul, lutut, pergelangan kaki, jari-jari kaki dan sendi lainnya.

Kepala Divisi Hip, Knee, and Geriatric Trauma Orthopaedic Center Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, DR dr Franky Hartono SpOT(K), mengatakan kemampuan tubuh untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akan sangat berkurang ketika berusia lanjut.

"Sehingga banyak pasien datang dengan keluhan di seputar tulang dan sendi. Akan tetapi, seringkali kami menemukan permasalahan tersebut sebenarnya merupakan manisfestasi dari beberapa penyakit lainnya, khususnya pada pasien-pasien yang sudah lanjut usianya," terang Franky.

Disinggung mengenai salah satu upaya pencegahan, Franky mengatakan penuaan sendi merupakan penyakit degeneratif dan sulit dicegah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Mental Health Check-in Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI