Tentang Parkinson, Penyakit yang Diderita Muhammad Ali

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 07 Juni 2016 | 15:19 WIB
Tentang Parkinson, Penyakit yang Diderita Muhammad Ali
Petinju Amerika Serikat, Muhammad Ali dalam sebuah jumpa pers di Meksiko City pada 9 Juli 1987 (Reuters).

Suara.com - Penyakit Parkinson (PD) merupakan gangguan sistem saraf pusat yang mempengaruhi keluwesan gerak seseorang. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel saraf otak tidak lagi menghasilkan zat kimia di otak yang bernama dopamin.

Faktor risiko yang dapat memicu penyakit ini antara lain disebabkan oleh usia yang semakin menua, adanya riwayat keluarga yang mengidap parkinson, berjenis kelamin laki-laki, dan paparan polusi atau bahan kimia beracun.

Hingga saat ini, penyebab dari penyakit Parkinson belum diketahui pasti, tetapi para ahli percaya bahwa kondisi ini disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan, yang mungkin berbeda dari orang ke orang.

Menurut National Parkinson Foundation, sekitar 1 juta orang di Amerika, dan sekitar 4 5 juta orang di seluruh dunia mengidap parkinson. Penyakit ini juga lebih sering muncul setelah usia 60 tahun, meskipun kadang-kadang dapat menyerang seseorang sebelum memasuki usia 40 tahun.

Muhammad Ali, petinju legendaris yang tiga kali menyabet gelar juara dunia tinju kelas berat baru-baru ini meninggal di usia 74 tahun pada Jumat 3 Juni 2016. Ia diketahui mengidap penyakit Parkinson sejak 32 tahun lalu, tepatnya pada 1984.

Sayangnya, hingga kini belum ada obat yang efektif untuk menyembuhkan Parkinson. Yang ada hanyalah obat-obatan untuk menurunkan gejala parkinson.
Sebelum terlambat, Anda harus mengetahui 10 gejala yang muncul sebagai tanda adanya parkinson seperti dilansir Zeenews.

1. Tangan, jari, lengan, kaki, rahang, atau wajah sering tiba-tiba gemetar atau tremor. Biasanya hanya dalam waktu singkat kemudian normal kembali.
2. Aktivitas gerak semakin melambat, seperti kesulitan bangkit dari posisi duduk.
3. Kaki, lengan sering terasa kaku. Adanya kekakuan otot di beberapa bagian tubuh.
4. Wajah menjadi tidak se-ekspresif dulu, kedipan mata semakin berkurang.
5. Kesulitan dalam menulis, bahkan memegang pensil.
6. Sering mengalami pusing hingga pingsan.
7. Fungsi keseimbangan tubuh memburuk.
8. Kesulitan saat menelan makanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Usia Muda Pun Bisa Menderita Parkinson

Usia Muda Pun Bisa Menderita Parkinson

Health | Kamis, 10 September 2015 | 13:14 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB