Tips Bagi Pelari Pemula

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Rabu, 24 Agustus 2016 | 17:20 WIB
Tips Bagi Pelari Pemula
Ilustrasi latihan fisik. (Shutterstock)

Suara.com - Combiphar kembali mengadakan kompetisi lari Combi Run 2016 pada 13 November 2016. Tahun ini lomba lari tahunan tersebut menggunakan rute di kawasan The Breeze, BSD City, Tanggerang.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kategori yang dilombakan pada Combi Run 2016 kali ini terdiri dari 5 kategori yakni Ekiden 10K, 5K 'Close Individual', 10K 'Close Individual', Kids Dash (khusus untuk anak-anak usia 6-12 tahun), dan kategori khusus master 45+ untuk peserta berusia 45 tahun ke atas.

Jika Anda tertarik mengikuti kompetisi lari ini sebaiknya mulai persiapkan kondisi fisik jauh-jauh hari. Pelatih Lari Nasional, Agung Mulyawan, memberikan tips persiapan bagi pelari pemula.

Pertama, kata dia, pelari pemula harus rajin-rajin melatih kemampuan fisiknya beberapa bulan sebelum kompetisi. Latihan lari bisa dimulai dengan diselingi jalan cepat.

"Nggak harus langsung lari terus sejauh 5K. Sebaiknya awalannya lari dulu, terus jalan, lari, terus jalan. Nah, baru ditingkatkan secara bertahap dari segi jarak dan kecepatannya setiap minggu," ujar Agung di sela-sela temu media Combi Run 2016 di Jakarta, Rabu (24/8/2016).

Selain itu, lanjut dia, untuk meningkatkan performa lari, peserta sebaiknya tak hanya melatih kemampuan kardiovaskularnya, tapi beberapa jenis latihan kekuatan, fleksibilitas melalui squad jam dan push up juga penting dilakukan.

"Jangan lupakan peregangan. Itu sangat penting untuk mencegah terjadinya cedera saat berlari," tambah Agung.

Mengenai durasi latihan, ia menyarankan agar pelari pemula melakukan latihan setidaknya tiga kali seminggu dengan jarak tempuh 5 hingga 10 kilometer. Latihan lari juga sebaiknya dilakukan pada sore hari karena pada saat tersebut kondisi tubuh berada pada puncaknya sehingga dapat meningkatkan performa lari.

Selain itu, kata Agung, makanan juga harus disesuaikan. Kalau masih tahap persiapan, ia menyarankan untuk memperbanyak makanan yang mengandung karbohidrat dan protein.

"Namun beberapa hari menjelang hari H lomba lebih perbanyak konsumsi karbohidrat dibanding protein karena tubuh butuh energi yang prima saat lomba. Kalau terlalu banyak protein bisa membuat otot besar dan menurunkan performa lari," pungkas Agung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berlari dan Menangkan Hadiah 450 Juta!

Berlari dan Menangkan Hadiah 450 Juta!

Press Release | Rabu, 24 Agustus 2016 | 16:11 WIB

Tren Warna 2016, "Monarch Gold" Ramaikan "The Color run"

Tren Warna 2016, "Monarch Gold" Ramaikan "The Color run"

Bisnis | Minggu, 07 Agustus 2016 | 15:18 WIB

Serunya "The Color Run" Bertema Tropis Hari Ini

Serunya "The Color Run" Bertema Tropis Hari Ini

News | Minggu, 07 Agustus 2016 | 13:40 WIB

Terkini

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:16 WIB

×