Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Berhenti Merokok

Ardi Mandiri, Rinaldi Aban

Minggu, 02 Oktober 2016 | 14:11 WIB
Ini yang Terjadi pada Tubuh saat Berhenti Merokok
Ilustrasi anti rokok [shutterstock]

Suara.com - Merokok adalah kebiasaan buruk yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Mulai dari gangguan pernapasan hingga kanker.

Ironisnya, merokok malah menjadi gaya hidup bagi banyak orang di dunia.

Nah, bagi Anda yang perokok, atau yang hendak berhenti merokok, baru-baru ini, brightside melansir data perubahan pada tubuh seseorang yang berhenti merokok.

Data tersebut dimulai dari 20 menit pertama orang yang berhenti merokok, hingga 15 tahun kemudian. Seperti apa data tersebut, simak ulasannya di bawah ini.

 1. Berhenti 20 Menit

Fungsi jantung Anda akan kembali normal. Kapiler dan jaringan pembuluh darah akan kembali sehat, aliran darah pun akan semakin lancar hingga ke jemari tangan dan kaki.

2. Berhenti 12 Jam

Komposisi darah Anda akan kembali normal. Sementara tingkat karbon monoksida dalam darah Anda turun dan tingkat oksigen meningkat.

 3. Berhenti 2 Minggu Hingga 3 Bulan

Risiko mendapatkan serangan jantung berkurang, bahkan gejala kecanduan tembakau menghilang sehingga sirkulasi darah di pembuluh perifer membaik. Saat berhenti merokok sepanjang waktu ini, sirkulasi darah di pembuluh perifer akan membaik.

4. Berhenti sampai 9 Bulan

Berhenti merokok hingga 9 bulan, batuk dan mengi yang disebabkan oleh merokok secara perlahan-lahan akan mereda. Sebab butuh waktu yang lama untuk menyingkirkan zat-zat berbahaya yang terkumpul dalam tubuh.

 5. Berhenti 1 Tahun

Jika Anda sudah berhasil berhenti selama 1 tahun, dipastikan kebutuhan tembakau akan menghilang. Bahkan warna kulit Anda akan cerah dan sehat. Terkena penyakit jantung iskemik pun hanya sebesar 50 persen.

6. Berhenti 5 Tahun

Setelah berhenti 5 tahun, sirkulasi darah Anda akan kembali normal dan risiko serangan stroke akan berkurang, sama dengan orang yang bukan perokok. Itu terjadi lantaran sistem kekebalan tubuh dan saraf dapat berfungsi lebih baik.

 7. Berhenti 10 Tahun

Risiko terkena kanker paru-paru akan lebih kecil dari perokok. Bukan itu saja peluang terkena kanker intraoral, kanker tenggorokan, kanker kerongkongan, ginjal dan kanker pankreas akan berkurang.

8. Berhenti 15 Tahun

Jika Anda sudah berenti 15 tahun risiko penyakit jantung iskemik dan kanker akan setara dengan orang yang bukan perokok.

Bagaimana, mau berhenti merokok?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tersangka Bos Rokok Ilegal Minta BAP Ulang

Tersangka Bos Rokok Ilegal Minta BAP Ulang

News | Minggu, 02 Oktober 2016 | 09:39 WIB

Awas, Penyakit Ini Hanya Mengincar Perokok!

Awas, Penyakit Ini Hanya Mengincar Perokok!

Health | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 09:28 WIB

Terkini

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB