Awas, Penyakit Ini Hanya Mengincar Perokok!

Ririn Indriani

Sabtu, 01 Oktober 2016 | 09:28 WIB
Awas, Penyakit Ini Hanya Mengincar Perokok!
Ilustrasi rokok. (Shutterstock)

Suara.com - Merokok sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi sebagian masyarakat, termasuk di Indonesia. Jumlah penduduk di bawah usia 15 tahun yang merokok dan mengunyah tembakau cenderung meningkat dari tahun ke taun.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Ksehatan RI, peningkatan ini ditunjukkan dalam Riskesdas 2007 (34,2 persen), Riskesdas 2010 (34,7 persen) dan Riskesdas 2013 (36,3 persen).

Kebiasaan merokok menimbulkan banyak gangguan medis, sebut saja kanker paru, kanker mulut, dan penyakit pembuluh darah. Salah satu penyakit pembuluh darah yang hanya menyerang kaum perokok adalah Buerger disease.

Apa itu Buerger disease?
Buerger Disease atau dalam dunia medis disebut Tromboangiitis Obliterans adalah penyakit pembuluh darah (arteri & vena) yang bersifat khusus menyerang pada anggota gerak dan jarang pada alat-alat dalam. Kelainannya berupa peradangan dan penyumbatan oleh trombus pada daerah yang terkena, terutama pembuluh darah kecil dan sedang di kaki dan tangan.

Penyumbatan dan peradangan yang terjadi menyebabkan bagian ujung-ujung anggota gerak kekurangan oksigen, mati, kemudian membusuk.
Hampir 100 persen kasus Buerger Disease menyerang perokok pada usia dewasa muda. Penyakit ini banyak terdapat di Korea, Jepang, Indonesia, India, dan negara lain di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Asia Timur.

Kematian yang diakibatkan oleh penyakit Buerger masih jarang, tetapi pada pasien penyakit ini yang terus merokok, 43 persen dari penderita harus melakukan satu atau lebih amputasi  pada 6-7 tahun kemudian.

Mengapa Buerger Disease Hanya Menyerang Perokok?
Perlu diketahui, rokok mengandung kurang lebih 4000 zat, dan 200 di antaranya berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah nikotin, karbon monoksida dan tar.

Ada berbagai jenis rokok di pasaran yaitu rokok putih, kretek, dan rokok cerutu. Rokok putih mengandung 14–15 mg tar dan 5 mg nikotin, sementara rokok kretek mengandung sekitar 20 mg tar dan 4 – 5 mg nikotin.

Hal ini menunjukkan bahwa kandungan tar dan nikotin pada rokok kretek lebih tinggi daripada rokok putih. Kandungan tar dan nikotin pada cerutu paling tinggi karena ukurannya yang lebih besar. Bagaimana tiga zat ini menyebabkan Buerger Disease? Berikut uraian yang dihimpun hellosehat.com:

1. Nikotin
Nikotin dapat merusak saraf, meganggu fungsi otak serta jantung. Nikotin juga dapat mengganggu sistem saraf simpatis dengan merangsang pelepasan adrenalin, meningkatkan frekuensi denyut jantung, tekanan darah dan kebutuhan oksigen jantung, serta menyebabkan gangguan irama jantung.

Pada pembuluh darah, nikotin berfungsi memanggil sel-sel darah trombosit dan menyebabkan penempelan trombosit ke dinding pembuluh darah. Tumpukan ini memicu peradangan sehingga semakin banyak sampah yang menumpuk di dinding pembuluh darah yang berakibat penyempitan.

Penyempitan pembuluh darah di bagian ujung tubuh (jari kaki dan jari tangan) akibat nikotin akan meningkatkan risiko terjadinya ateriosklerosis. Penyempitan inilah menyebabkan aliran terhambat sehingga bagian yang kurang darah akan mati dan membusuk.

2. Karbon monoksida (CO)
Gas karbon monoksida (CO) memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam eritrosit. Hemoglobin seharusnya berikatan dengan oksigen untuk didistribusikan ke seluruh tubuh. Faktanya kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen, sementara dalam darah perokok mencapai 4-15 persen.

Otomatis pada perokok, CO akan menurunkan penghantaran oksigen ke jaringan seluruh tubuh. Karbon monoksida juga mengganggu pelepasan oksigen, mempercepat aterosklerosis, dan meningkatkan kekentalan darah sehingga mempermudah penggumpalan darah.

Kombinasi inilah yang menyebabkan aliran terhambat menuju bagian ujung-ujung tubuh sehingga bagian tersebut cepat membusuk karena kekurangan oksigen.

3. Tar
Tar merupakan komponen padat asap rokok yang bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut dalam bentuk uap padat. Setelah dingin, tar akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernapasan, dan paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3 – 40 mg per batang rokok.
Tar juga dipercaya menyebabkan dinding pembuluh darah rusak sehingga dapat menyebabkan tumpukan sampah yang kemudian menyumbat.

Apa Gejala Penyakit Buerger?
1. Gejala pertama berupa klaudikasi atau nyeri pada saat berjalan.
2. Fase awal menunjukkan kulit kemerahan, sedikit nyeri, dan vena teraba sebagai saluran yang mengeras sepanjang beberapa milimeter sampai sentimeter di bawah kulit. Kelainan ini sering muncul di beberapa tempat pada ekstremitas tersebut dan berlangsung selama beberapa minggu. Setelah itu tampak bekas yang berbenjol- benjol.
3. Pada penyumbatan yang lebih berat, nyerinya lebih hebat dan berlangsung lebih lama, bahkan nyeri saat istirahat.
4. Penderita sering kali mengalami fenomena Raynaud,  suatu kondisi di mana ujung tubuh (jari, tumit, tangan, kaki) menjadi putih jika terkena suhu dingin.
5. Kedinginan, mati rasa, kesemutan, rasa panas pada ujung jari kaki atau jari tangan.
6. Kram otot, biasanya di telapak kaki atau tungkai.
7. Kebiruan pada jari tangan dan kaki yang kemudian menghitam dan membusuk.
8. Tidak ada denyutan nadi pada bagian yang kurang aliran darah.
9. Otot menjadi atrofi atau mengecil.
10. Tulang mengalami osteoporosis dan bila timbul pembusukan maka terjadi kerusakan tulang yang berkembang menjadi osteomielitis (radang tulang)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:14 WIB

Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara

Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:00 WIB

Punya Daya Tarik Rasa dan Visual, Mayoritas Vape di Indonesia Dikemas dengan Desain Ramah Remaja

Punya Daya Tarik Rasa dan Visual, Mayoritas Vape di Indonesia Dikemas dengan Desain Ramah Remaja

News | Senin, 22 Juni 2026 | 16:18 WIB

Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:22 WIB

Aturan Kemasan Polos Rokok Dinilai Bisa Bikin Pendapatan Pedagang Makin Seret

Aturan Kemasan Polos Rokok Dinilai Bisa Bikin Pendapatan Pedagang Makin Seret

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:58 WIB

Vape Jadi Alat Bantu Beralih Merokok Paling Populer di Inggris

Vape Jadi Alat Bantu Beralih Merokok Paling Populer di Inggris

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:45 WIB

Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:41 WIB

Bahan Pokok Naik tapi Rokok Dimurahkan, Koalisi Sipil Geruduk Kemenkeu Protes Kebijakan Purbaya

Bahan Pokok Naik tapi Rokok Dimurahkan, Koalisi Sipil Geruduk Kemenkeu Protes Kebijakan Purbaya

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:38 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Penyederhanaan Cukai Rokok, Tolak Penambahan Lapisan Tarif

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Penyederhanaan Cukai Rokok, Tolak Penambahan Lapisan Tarif

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:25 WIB

Tolak Tambahan Cukai, Koalisi Sipil Gelar Demo 'Rokok Murah' di Depan Kemenkeu

Tolak Tambahan Cukai, Koalisi Sipil Gelar Demo 'Rokok Murah' di Depan Kemenkeu

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:28 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB