Ini Alasan Jangan Bertengkar di Depan Anak

Dythia Novianty, Dinda Rachmawati

Jum'at, 14 Oktober 2016 | 19:54 WIB
Ini Alasan Jangan Bertengkar di Depan Anak
Ilustrasi orang tua bertengkar di depan anak. [Shutterstock]

Suara.com - Ketika orang tua bertengkar di depan buah hati mereka, ini seakan membuat hati anak-anak yang masih lembut dan polos menjadi terluka. Sebagai orang dewasa, kita memang tak bisa merasakan apa yang mereka rasakan.

Tapi, bisa dibayangkan bagaimana rasanya, orang tua yang selama ini mereka jadikan sebagai contoh dan sosok yang sempurna, saling berteriak atau menghujat satu sama lain.

Anak-anak tak perlu tahu seberapa serius masalah yang Anda alami, alasan apa yang ada dibalik Anda dan pasangan bertengkar. Saat argumen tengah memanas dan kekerasan terjadi, ini akan membekas pada anak dan meninggalkan trauma jangka panjang bagi mereka.

Pertengkaran orangtua yang sering dilakukan di depan anak, bisa begitu mempengaruhi kehidupan mereka. Ini dikarenakan, perilaku orang tua lah yang membentuk kepribadian anak secara signifikan.

Jika Anda berdebat dan bertengkar dengan pasangan, pahami bahwa ini bisa merusak psikologi anak-anak. Berikut adalah alasan mengapa setiap orang tua dilarang bertengkar di depan anak.

1. Membuat anak menjadi individu yang cemas

Jika pertengkaran terus-menerus terjadi di depannya, secara tidak disadari Anda tengah mempersiapkan mereka untuk tumbuh sebagai individu yang cemas. Mereka akan mulai merasa bahwa rumah mereka bukanlah merupakan tempat yang aman lagi. Hal ini dapat membuat mereka menjadi tidak stabil ketika mereka terus tumbuh dan pada gilirannya akan mempengaruhi generasi yang sama dalam keluarga Anda.

2. Tidak akan belajar bernegosiasi saat berada di dalam hubungan

Jika seorang anak melihat orang tuanya bertengkar, ia tidak akan pernah belajar bernegosiasi dalam hubungannya sendiri saat ia sudah dewasa. Di matanya, berkelahi dan bertengkar menjadi hal yang benar untuk dilakukan, padahal sebenarnya tidak. Akibatnya, anak Anda akan menjadi seorang individu yang tidak lengkap saat mereka tumbuh dan tidak merasa bahagia dalam suatu hubungan. Jadi sebenarnya, Andalah yang membentuk dan merusak kehidupannya di masa yang akan datang.

3. Tidak tumbuh dengan normal

Anak tidak akan pernah tumbuh menjadi anak-anak yang normal, jika masa kecilnya terganggu oleh lingkungan rumah yang tidak stabil. Jika Anda berteriak, itu akan membuat dia merasa takut, menangis, memohon agar Anda dan pasangan berdamai, dan akhirnya mereka akan menghadapi trauma yang tak terlupakan. Anda mungkin harus membawa mereka konseling agar kembali ke kehidupan normal.

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Foto Biarawati dan Ustadz Ini Jadi Bahasan 'Hangat' di Sosmed

Lima Cara Sembuhkan Ruam dan Area Hitam di Paha

Mendadak, Ayah Mirna Minta Maaf ke Pengacara Jessica

Asty Ananta Tunjukkan Foto Menikah Secara Islam

Gatot Brajamusti Tak Percaya Reza Tega Laporkan Dirinya

Didampingi Elza Syarief, Mario Teguh Ungkap Status Kiswinar

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini yang Kerap Membuat Frans dan Amara Bertengkar

Ini yang Kerap Membuat Frans dan Amara Bertengkar

Entertainment | Minggu, 07 Desember 2014 | 01:00 WIB

Studi: Saat Lapar, Pasangan Lebih Cenderung Kasar

Studi: Saat Lapar, Pasangan Lebih Cenderung Kasar

Tekno | Selasa, 15 April 2014 | 19:15 WIB

Terkini

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Sport | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:37 WIB

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×