Gadget Bikin Anak Pintar? Ini Kata Psikolog

Yazir Farouk, Firsta Nodia

Jum'at, 25 November 2016 | 07:12 WIB
Gadget Bikin Anak Pintar? Ini Kata Psikolog
Ilustrasi anak-anak bermain gadget. (Shutterstock)

Suara.com - Survei Asian Parent pada sekitar 2.500 orangtua di negara Asean menemukan bahwa ternyata 99 persen anak suka bermain gawai atau gadget di rumah. 

Selain itu, survei juga menunjukan 71 persen anak memainkan gadget saat bepergian dan 70 persen asyik menatap gadget meski berada di restoran. Terakhir, 40 persen bermain gadget di rumah teman dan 17 persennya di sekolah.

Psikolog keluarga Astrid WEN, MPsi, pendiri PION Clinition dan inisiator Theaplay Indonesia hasil survei tersebut bukan hal yang mengherankan. Sebab, sejak bayi anak-anak era sekarang sudah dikenalkan gadget.

Penelitian yang pernah dilakukan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia pada 2012, menemukan bahwa ternyata sebagian orangtua memberikan gawai karena menginginkan anaknya pintar.

"Gadget dijadikan pilihan pertama, disusul lego, balok-balok kontruktif, puzzle dan lain-lain. Mainan seperti boneka handuk yang lembut yang membantu mengatasi kecemasan anak, justru tidak favorit dan menjadi pilihan terakhir orangtua," kata Astrid pada temu media yang dihelat JagaDiri di Jakarta, Kamis ( 24/11/2016).

Fenomena ini tak hanya berlaku di Indonesia tetapi juga terjadi secara global. Meskipun kecanduan internet belum dikenal di Indonesia, namun di negara maju masalah ini sudah dianggap sebagai ancaman serius bagi masa depan anak-anak.

Karenanya, menurut Astrid, mencegah menjadi solusi lebih baik dan dilakukan sejak dini. Sebenarnya, apakah gadget untuk anak itu berbahaya?

"Kata bahaya sebenarnya tidak terlalu tepat. Anak mengenal gadget boleh saja, hanya saja ada dua aspek yang harus dipertimbangkan yaitu konten (pornografi, kekerasan) dan durasinya," tambah dia.

Kebanyakan anak, lanjut Astrid menghabiskan waktu untuk bermain gadget berjam-jam lamanya sehingga mengorbankan waktu untuk melakukan eksplorasi khas anak-anak, misalnya bergerak, berlari, dan berinteraksi dengan orang sekitar.

"Anak-anak yang main gadget secara intens berjam-jam umumnya tidak memperhatikan orang lain di sekitarnya, padahal ini sangat penting untuk perkembangannya," ujarnya.

Kerugian lain dengan bermain gadget tanpa terkontrol adalah waktu istirahat anak berkurang yang berdampak pada perkembangan fisik, dan menurunkan kesempatan anak mengembangkan kemampaun berpikir.

"Pada akhirnya anak tidak tumbuh menjadi orang-orang yang dapat merefleksikan dan mengekspresikan diri," jelas Astrid.

Terkait persepsi orangtua yang beranggapan bahwa anak menjadi lebih pintar karena terbiasa menggunakan gadget, Astrid menekankan bahwa orangtua harus mengikuti aturan main. Penggunaan waktu layar elektronik (termasuk komputer dan televisi) yang disarankan adalah 30 sampai 60 menit per hari.

"Bahkan untuk anak usia 0 - 2 tahun, dilarang sama sekali," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Tanda Anak Kecanduan Gawai

Ini Tanda Anak Kecanduan Gawai

Health | Kamis, 24 November 2016 | 21:00 WIB

Banyak Unsur Kekerasan dan Pornografi dalam Game

Banyak Unsur Kekerasan dan Pornografi dalam Game

Health | Kamis, 11 Agustus 2016 | 06:39 WIB

Terlalu Dini Kenalkan Gawai pada Anak, Ini Bahayanya

Terlalu Dini Kenalkan Gawai pada Anak, Ini Bahayanya

Health | Rabu, 27 Juli 2016 | 21:06 WIB

Studi: Gadget Bikin Anak Sulit Tidur

Studi: Gadget Bikin Anak Sulit Tidur

Health | Rabu, 07 Januari 2015 | 14:15 WIB

Terkini

Program 3 Juta Rumah Bergulir, BRI Perkuat Kolaborasi Ekosistem Perumahan

Program 3 Juta Rumah Bergulir, BRI Perkuat Kolaborasi Ekosistem Perumahan

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 17:33 WIB

Dorong Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Industri Perumahan

Dorong Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Industri Perumahan

Jabar | Jum'at, 18 September 2026 | 17:31 WIB

Toyota Tanggapi Penjualan Mobil China yang Mengintai Pasar Nasional

Toyota Tanggapi Penjualan Mobil China yang Mengintai Pasar Nasional

Otomotif | Jum'at, 18 September 2026 | 17:30 WIB

Pesta Bahagia Seketika Jadi Jerit Tangis: Truk Rem Blong Terjang Hajatan di Lumajang, 1 Tewas

Pesta Bahagia Seketika Jadi Jerit Tangis: Truk Rem Blong Terjang Hajatan di Lumajang, 1 Tewas

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 17:28 WIB

BRI Perkuat Ekosistem Perumahan Jakarta, Dukung Program 3 Juta Rumah

BRI Perkuat Ekosistem Perumahan Jakarta, Dukung Program 3 Juta Rumah

Banten | Jum'at, 18 September 2026 | 17:27 WIB

Java United Was-was Persija Racikan Shin Tae-yong

Java United Was-was Persija Racikan Shin Tae-yong

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 17:25 WIB

Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta

Dukung Penuh Program 3 Juta Rumah, BRI Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 17:23 WIB

Mengapa Wajah Pelaku Penendangan di Senayan City Diblur Polisi? Ini Penjelasan Polda Metro

Mengapa Wajah Pelaku Penendangan di Senayan City Diblur Polisi? Ini Penjelasan Polda Metro

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:22 WIB

Modal 7 Video Rekayasa Tambak Ikan, Mahasiswa di Way Kanan Kuras Tabungan Korban Rp700 Juta

Modal 7 Video Rekayasa Tambak Ikan, Mahasiswa di Way Kanan Kuras Tabungan Korban Rp700 Juta

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 17:19 WIB

Debu Proyek Reklamasi KCN Terbang ke Rumah Warga, Sehari Bisa Nyapu-Ngepel 5 Kali

Debu Proyek Reklamasi KCN Terbang ke Rumah Warga, Sehari Bisa Nyapu-Ngepel 5 Kali

News | Jum'at, 18 September 2026 | 17:16 WIB

×