Amankah Naik Pesawat di Kehamilan Trimester Ketiga?

Ririn Indriani

Senin, 05 Desember 2016 | 15:45 WIB
Amankah Naik Pesawat di Kehamilan Trimester Ketiga?
Ilustrasi ibu hamil naik pesawat terbang. (Shutterstock)

Suara.com - Meskipun bisa dikatakan sangat aman untuk terbang selama lebih dari trimester ketiga (hingga 36 minggu), Anda disarankan untuk mendiskusikan rencana tersebut dengan dokter atau bidan, sebelum memesan jadwal penerbangan.

Dalam kasus berisiko tinggi tertentu, penyedia layanan kesehatan Anda mungkin menyarankan untuk tetap tinggal di rumah selama kehamilan Anda.

Namun sebaiknya Anda menunda perjalanan udara, jika dalam kondisi sebagai berikut:
1. Hamil kembar.
2. Diabetes atau tekanan darah tinggi.
3. Ada kelainan plasenta atau perdarahan vagina.
4. Kemungkinan untuk bersalin secara prematur.
5. Ada riwayat atau sejarah pembentukan bekuan darah (termasuk sebelum kehamilan).

Bahkan jika Anda mengalami kehamilan yang tidak rumit, sebaiknya hindari terbang selama bulan-bulan terakhir. Banyak maskapai penerbangan yang tidak mengizinkan perempuan hamil, terutama di bulan-bulan tertentu untuk melakukan penerbangan.

Namun, setiap maskapai memiliki aturan yang berbeda tentang kapan dan apakah Anda diperbolehkan terbang. Sebaiknya cek kembali dan update informasi terbaru. Jangan lupa untuk memperhitungkan seberapa jauh perjalanan Anda.

Sebelum Anda pergi, tanyakan kepada bidan atau dokter kandungan untuk membantu Anda menemukan dokter, jika Anda  membutuhkan perhatian medis selama liburan. Bawalah daftar lengkap kontak darurat, dan jika Anda berada di trimester kedua atau ketiga, bawa juga salinan grafik prenatal Anda.

Sebuah grafik prenatal harus mencakup usia Anda, tanggal kemungkinan lahir, tanggal terakhir Anda menstruasi, jumlah dan hasil dari kehamilan sebelumnya, faktor risiko penyakit, hasil tes laboratorium yang berhubungan dengan kehamilan dan ultrasound, riwayat medis dan bedah, dan catatan tanda-tanda vital yang diambil pada setiap kunjungan kontrol.

Jika Anda sehat dan tidak memiliki masalah kebidanan, Anda dan bayi Anda seharusnya tidak memiliki kesulitan dalam kabin bertekanan dari pesawat komersial. Anda tidak perlu khawatir tentang scanner X-ray di bandara.

Selama penerbangan, hal terbaik untuk dilakukan adalah membuat diri Anda senyaman mungkin. Mintalah tempat duduk di tengah pesawat, di atas sayap, agar Anda hanya bisa merasakan gerakan halus pesawat. Jika mungkin, pesan tempat duduk yang bisa membuat Anda meluruskan kaki, melakukan peregangan, dan mudah berlajan-jalan atau menuju kamar mandi.

Ibu hamil yang duduk diam dalam jangka waktu yang lama berada pada peningkatan risiko terjadinya pembekuan darah, sehingga disarankan untuk berjalan di sekitar kabin, setidaknya setiap satu jam. Anda juga dapat meregangkan dan melenturkan kaki setiap 30 menit, memakai stoking khusus hamil untuk membantu menjaga aliran darah di kaki Anda, dan mengurangi risiko penggumpalan darah serta pembengkakan kaki.

Ketika duduk, jaga posisi sabuk pengaman untuk diikat di bawah perut. Minum banyak air putih untuk meminimalkan efek dehidrasi dari udara kabin yang kering. Kafein bersifat diuretik, jadi hindarilah kopi, teh, dan minuman ringan berkafein sebelum dan selama penerbangan.

Hati-hatilah pada makanan dan minuman yang memproduksi gas sebelum lepas landas. Gas yang terperangkap dari beberapa makanan, seperti kubis dan kacang-kacangan, yang akan menghasilkan gas dalam perut dan membuat perjalanan tidak nyaman. (babycenter.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Manfaat yang Dirasakan Bila Manjakan Istri Saat Hamil

Ini Manfaat yang Dirasakan Bila Manjakan Istri Saat Hamil

Health | Senin, 05 Desember 2016 | 11:21 WIB

Studi Bantah Flu saat Hamil Bisa Memicu Anak Lahir Autis

Studi Bantah Flu saat Hamil Bisa Memicu Anak Lahir Autis

Health | Rabu, 30 November 2016 | 14:34 WIB

Benarkah Pelihara Kucing Bikin Sulit Hamil?

Benarkah Pelihara Kucing Bikin Sulit Hamil?

Health | Senin, 21 November 2016 | 20:18 WIB

Terkini

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:15 WIB

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:00 WIB