Kenali Buerger, Penyakit yang Disebabkan Rokok

Tomi Tresnady, Firsta Nodia

Sabtu, 28 Januari 2017 | 11:36 WIB
Kenali Buerger, Penyakit yang Disebabkan Rokok
Ilustrasi kampanye anti-rokok [shutterstock]

Suara.com - Buerger, sepintas namanya seperti makanan cepat saji terkenal asal Jerman yakni hamburger atau biasa disebut burger.

Namun, bedanya buerger adalah nama penyakit yang diakibatkan oleh rokok.

Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Vital Strategies membuat iklan layanan masyarakat yang mengenalkan beberapa penyakit yang diakibatkan asap rokok.

Iklan berdurasi kurang lebih 30 detik ini menampilkan mantan perokok yang akhirnya terserang stroke, lalu almarhum Robby Indra yang terkena kanker laring akibat kebiasaan buruknya ini, kemudian sosok almarhum Ranap Simatupang yang terkena kanker paru dan Cecep Sopandi yang menderita penyakit buerger.

Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr Lily Sulistyowati, mengatakan bahwa iklan layanan maayarakat ini bertujuan untuk memberi gambaran pada perokok aktif untuk mengkahiri kebiasaannya, sebelum rokok mengakhiri hidupnya dengan empat penyakit tersebut.

"Kemenkes tidak putus-putusnya memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas terutama tentang rokok. Sebenarnya masyarakat tahu akibat rokok itu besar cuman belum ada niat sungguh-sungguh untuk berhenti merokok," ujar Lily.

Diantara stroke, kanker paru dan kanker laring yang merupakan penyakit akibat merokok, masyarakat tentu masih awam dengan istilah penyakit buerger.

Disampaikan Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K)., selaku Ketua Divisi Penyakit Paru Kerja dan Lingkungan, RSUP Persahabatan, penyakit ini merupakan penyakit langka akibat sumbatan pada pembuluh darah di kaki dan tangan yang bisa menyebabkan kematian jaringan.

"Penyumbatan dan peradangan yang terjadi menyebabkan bagian ujung-ujung anggota gerak kekurangan oksigen, mati, kemudian membusuk. Gejalanya ditandai dengan jari tangan dan kaki yang menghitam karena aliran darahnya tidak ada," ujar dr Agus.

baca juga

Dr Agus menuturkan, motivasi merupakan kunci penting jika seseorang ingin berhenti merokok. Bahkan menurut riset yang dilakukannya, meski perokok sudah diberi obat-obatan untuk berhenti merokok, keberhasilan untuk berhenti hanya 30 persen jika tidak disertai motivasi.

"Kalau motivasi tinggi bisa sampai 70 persen peluang keberhasilan berhenti merokok," tambah dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini yang Bikin Orang Sulit Berhenti Merokok

Ini yang Bikin Orang Sulit Berhenti Merokok

Health | Jum'at, 27 Januari 2017 | 18:03 WIB

Ini Bahayanya Sisa Asap Rokok di Dinding dan Perabotan Rumah

Ini Bahayanya Sisa Asap Rokok di Dinding dan Perabotan Rumah

Health | Jum'at, 27 Januari 2017 | 14:28 WIB

Indonesia Punya Kepentingan Ekonomi yang Besar Pada Tembakau

Indonesia Punya Kepentingan Ekonomi yang Besar Pada Tembakau

Bisnis | Senin, 23 Januari 2017 | 08:00 WIB

Belanja Iklan Rokok Kretek Terbesar Ketiga di Televisi

Belanja Iklan Rokok Kretek Terbesar Ketiga di Televisi

Bisnis | Kamis, 12 Januari 2017 | 12:58 WIB

Terkini

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Nonton Pestapora 2026 Bisa Sambil Investasi Bareng BRI, Begini Caranya!

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:06 WIB

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

Daftar Keturunan Soekarno yang Masih Hidup Pasca Guruh Soekarnoputra Wafat

News | Minggu, 27 September 2026 | 21:40 WIB

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

3 Night Cream Lokal Terbaik untuk Kulit Kering Agar Bangun Tidur Lembap dan Kenyal

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

3 Produk Air Mawar Murah di Alfamart dan Indomaret, Harga Mulai Rp13 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 21:34 WIB

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 21:05 WIB

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Quality Time Keluarga Tak Harus Lama, yang Penting Hadir Sepenuhnya

Health | Minggu, 27 September 2026 | 21:00 WIB

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

ASN Kemenekraf Meninggal Saat Latsarmil Komcad: Sempat Sadar, Lalu Kejang

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:56 WIB

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Perkuat Industri Aftermarket Nasional Schaeffler Rilis Produk Roda Dua

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 20:49 WIB

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

MPR Dukung Pendidikan Gratis hingga Perguruan Tinggi: Gagasan Luhur, Tapi Biayanya Tak Kecil

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:45 WIB

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Dari Istanbul ke Selembar Scarf, Buttonscarves Ciptakan Koleksi dengan Sentuhan Ottoman

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:41 WIB

×