Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Indonesia Punya Kepentingan Ekonomi yang Besar Pada Tembakau

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 23 Januari 2017 | 08:00 WIB
Indonesia Punya Kepentingan Ekonomi yang Besar Pada Tembakau
Tanaman tembakau. [Pixabay]

Calon gubernur DKI Jakarta,  Anies Baswedan sepakat bahwa anak-anak perlu dicegah untuk mengkonsumsi rokok. Sebab, rokok menimbulkan ketergantungan dan mudah sekali berdekatan dengan narkoba. Hal itu disampaikan Anies saat berkunjung ke Duri Kosambi, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. 

Menanggapi pernyataan Anies, politisi senior Partai Golkar, Firman Soebagyo mengatakan sudut pandang Anies Baswedan merupakan sudut pandang yang memang ingin menstigmakan bahwa perokok adalah pintu masuk narkoba, bahwa kalau ada anak kecanduan narkoba, itu pasti karena dia mengkonsumsi rokok.

“Pandangan Anies yang demikian itu dikarenakan dia gagal paham,” kata Firman di Jakarta, Minggu (22/1/2017).

Firman mengatakan, dibalik stigma rokok pintu masuk narkoba, ada agenda kepentingan ekonomi. Hal ini sejalan dengan agenda Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), dimana sampai saat ini Indonesia belum meratifikasi FCTC. Bahkan, Amerika Serikat tempat dimana kantor WHO berada belum juga meratifikasi FCTC.

Ditegaskan Firman, sikap Indonesia yang belum meratifikasi FCTC harus dipahami oleh publik. Hal ini mengingat kebanyakan negara yang meratifikasi traktat internasional itu tidaklah memiliki kepentingan ekonomi terhadap tembakau.

“Di Indonesia, tidak berarti perlu meratifikasi FCTC. Pasalnya, besarnya kepentingan ekonomi, sosial, dan budaya negara serta masyarakat terhadap tembakau,” ujar dia.

Firman mewanti-wanti Anies agar lebih bijak merespon sektor rokok dari hulu sampai hilir. Jangan sampai hanya informai tidak utuh yang didapatnya, kemudian menjustifikasi rokok sebagai pintu masuk narkoba.

Merujuk laporan Akhir Survei Nasional Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba tahun 2014, jumlah penyalahguna narkoba diperkirakan ada sebanyak 3,8 juta sampai 4,1 juta orang yang pernah memakai narkoba dalam setahun terakhir (current users) pada kelompok usia 10-59 tahun di tahun 2014 di Indonesia. Jadi, ada sekitar 1 dari 44 sampai 48 orang berusia 10-59 tahun masih atau pernah pakai narkoba pada tahun 2014. Angka tersebut terus meningkat dengan merujuk hasil penelitian yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Puslitkes UI dan diperkirakan pengguna narkoba jumlah pengguna narkoba mencapai 5,8 juta jiwa pada tahun 2015.

Sementara, data PBB untuk kejahatan narkoba, UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) menyatakan bahwa diperkirakan sekitar 3,7 juta sampai 4,7 juta orang pengguna narkoba di Indonesia. Sekitar 1,2 juta orang adalah pengguna crystalline methamphetamine dan sekitar 950.000 orang pengguna ecstasy. Sebagai perbandingan ada 2,8 juta pengguna cannabis dan sekitar 110.000 pecandu heroin.

Jadi, menurut Firman, Anies tentunya paham betul praktek perdagangan narkoba dunia dan dampak-dampaknya baik bagi pengguna narkoba, maupun masyarakat dan negara. Oleh karena itu, Firman menyarankan supaya Anies tidak mudah terjebak kampanye anti kretek yang dilakukan kelompok anti tembakau di Indonesia.

“Jangan sampai Anies terjerat kampanye negatif terhadap kretek, tapi tidak tahu apa kepentingan mereka yang mendorong pengendalian tembakau ini,” pungkas Firman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penjelasan soal Tembakau Gorilla yang Bisa Bikin Orang Mimpi

Ini Penjelasan soal Tembakau Gorilla yang Bisa Bikin Orang Mimpi

News | Minggu, 22 Januari 2017 | 19:57 WIB

MY Jualan Tembakau Gorilla Memabukkan dengan Sangat Mudah

MY Jualan Tembakau Gorilla Memabukkan dengan Sangat Mudah

News | Minggu, 22 Januari 2017 | 19:01 WIB

Ini Orangnya yang Jual Tembakau Gorilla yang Bikin Tak Bisa Gerak

Ini Orangnya yang Jual Tembakau Gorilla yang Bikin Tak Bisa Gerak

News | Minggu, 22 Januari 2017 | 18:48 WIB

Politisi Golkar Minta Sri Mulyani Peduli Nasib Petani Tembakau

Politisi Golkar Minta Sri Mulyani Peduli Nasib Petani Tembakau

Bisnis | Rabu, 18 Januari 2017 | 20:14 WIB

DPR Meminta Komitmen Pemerintah Bahas RUU Pertembakauan

DPR Meminta Komitmen Pemerintah Bahas RUU Pertembakauan

Bisnis | Minggu, 15 Januari 2017 | 14:34 WIB

Baleg DPR: NRT Mematikan Sektor Pertembakauan Nasional

Baleg DPR: NRT Mematikan Sektor Pertembakauan Nasional

Bisnis | Minggu, 15 Januari 2017 | 14:29 WIB

APTI Kritik NRT Menghancurkan Industri Rokok Kretek Nasional

APTI Kritik NRT Menghancurkan Industri Rokok Kretek Nasional

Bisnis | Minggu, 15 Januari 2017 | 14:25 WIB

Belanja Iklan Rokok Kretek Terbesar Ketiga di Televisi

Belanja Iklan Rokok Kretek Terbesar Ketiga di Televisi

Bisnis | Kamis, 12 Januari 2017 | 12:58 WIB

DPR: Optimalkan Petani dan Peternak, Impor Daging Bisa Dihentikan

DPR: Optimalkan Petani dan Peternak, Impor Daging Bisa Dihentikan

Bisnis | Selasa, 10 Januari 2017 | 09:13 WIB

Petani Tembakau Minta Gubernur Ganjar Tolak Impor Tembakau

Petani Tembakau Minta Gubernur Ganjar Tolak Impor Tembakau

Bisnis | Selasa, 10 Januari 2017 | 09:01 WIB

Terkini

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:48 WIB