Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Indonesia Punya Kepentingan Ekonomi yang Besar Pada Tembakau

Adhitya Himawan

Senin, 23 Januari 2017 | 08:00 WIB
Indonesia Punya Kepentingan Ekonomi yang Besar Pada Tembakau
Tanaman tembakau. [Pixabay]

Calon gubernur DKI Jakarta,  Anies Baswedan sepakat bahwa anak-anak perlu dicegah untuk mengkonsumsi rokok. Sebab, rokok menimbulkan ketergantungan dan mudah sekali berdekatan dengan narkoba. Hal itu disampaikan Anies saat berkunjung ke Duri Kosambi, Jakarta Barat beberapa waktu lalu. 

Menanggapi pernyataan Anies, politisi senior Partai Golkar, Firman Soebagyo mengatakan sudut pandang Anies Baswedan merupakan sudut pandang yang memang ingin menstigmakan bahwa perokok adalah pintu masuk narkoba, bahwa kalau ada anak kecanduan narkoba, itu pasti karena dia mengkonsumsi rokok.

“Pandangan Anies yang demikian itu dikarenakan dia gagal paham,” kata Firman di Jakarta, Minggu (22/1/2017).

Firman mengatakan, dibalik stigma rokok pintu masuk narkoba, ada agenda kepentingan ekonomi. Hal ini sejalan dengan agenda Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), dimana sampai saat ini Indonesia belum meratifikasi FCTC. Bahkan, Amerika Serikat tempat dimana kantor WHO berada belum juga meratifikasi FCTC.

Ditegaskan Firman, sikap Indonesia yang belum meratifikasi FCTC harus dipahami oleh publik. Hal ini mengingat kebanyakan negara yang meratifikasi traktat internasional itu tidaklah memiliki kepentingan ekonomi terhadap tembakau.

“Di Indonesia, tidak berarti perlu meratifikasi FCTC. Pasalnya, besarnya kepentingan ekonomi, sosial, dan budaya negara serta masyarakat terhadap tembakau,” ujar dia.

Firman mewanti-wanti Anies agar lebih bijak merespon sektor rokok dari hulu sampai hilir. Jangan sampai hanya informai tidak utuh yang didapatnya, kemudian menjustifikasi rokok sebagai pintu masuk narkoba.

Merujuk laporan Akhir Survei Nasional Perkembangan Penyalahgunaan Narkoba tahun 2014, jumlah penyalahguna narkoba diperkirakan ada sebanyak 3,8 juta sampai 4,1 juta orang yang pernah memakai narkoba dalam setahun terakhir (current users) pada kelompok usia 10-59 tahun di tahun 2014 di Indonesia. Jadi, ada sekitar 1 dari 44 sampai 48 orang berusia 10-59 tahun masih atau pernah pakai narkoba pada tahun 2014. Angka tersebut terus meningkat dengan merujuk hasil penelitian yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Puslitkes UI dan diperkirakan pengguna narkoba jumlah pengguna narkoba mencapai 5,8 juta jiwa pada tahun 2015.

baca juga

Sementara, data PBB untuk kejahatan narkoba, UNODC (United Nations Office on Drugs and Crime) menyatakan bahwa diperkirakan sekitar 3,7 juta sampai 4,7 juta orang pengguna narkoba di Indonesia. Sekitar 1,2 juta orang adalah pengguna crystalline methamphetamine dan sekitar 950.000 orang pengguna ecstasy. Sebagai perbandingan ada 2,8 juta pengguna cannabis dan sekitar 110.000 pecandu heroin.

Jadi, menurut Firman, Anies tentunya paham betul praktek perdagangan narkoba dunia dan dampak-dampaknya baik bagi pengguna narkoba, maupun masyarakat dan negara. Oleh karena itu, Firman menyarankan supaya Anies tidak mudah terjebak kampanye anti kretek yang dilakukan kelompok anti tembakau di Indonesia.

“Jangan sampai Anies terjerat kampanye negatif terhadap kretek, tapi tidak tahu apa kepentingan mereka yang mendorong pengendalian tembakau ini,” pungkas Firman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penjelasan soal Tembakau Gorilla yang Bisa Bikin Orang Mimpi

Ini Penjelasan soal Tembakau Gorilla yang Bisa Bikin Orang Mimpi

News | Minggu, 22 Januari 2017 | 19:57 WIB

MY Jualan Tembakau Gorilla Memabukkan dengan Sangat Mudah

MY Jualan Tembakau Gorilla Memabukkan dengan Sangat Mudah

News | Minggu, 22 Januari 2017 | 19:01 WIB

Ini Orangnya yang Jual Tembakau Gorilla yang Bikin Tak Bisa Gerak

Ini Orangnya yang Jual Tembakau Gorilla yang Bikin Tak Bisa Gerak

News | Minggu, 22 Januari 2017 | 18:48 WIB

Politisi Golkar Minta Sri Mulyani Peduli Nasib Petani Tembakau

Politisi Golkar Minta Sri Mulyani Peduli Nasib Petani Tembakau

Bisnis | Rabu, 18 Januari 2017 | 20:14 WIB

DPR Meminta Komitmen Pemerintah Bahas RUU Pertembakauan

DPR Meminta Komitmen Pemerintah Bahas RUU Pertembakauan

Bisnis | Minggu, 15 Januari 2017 | 14:34 WIB

Baleg DPR: NRT Mematikan Sektor Pertembakauan Nasional

Baleg DPR: NRT Mematikan Sektor Pertembakauan Nasional

Bisnis | Minggu, 15 Januari 2017 | 14:29 WIB

APTI Kritik NRT Menghancurkan Industri Rokok Kretek Nasional

APTI Kritik NRT Menghancurkan Industri Rokok Kretek Nasional

Bisnis | Minggu, 15 Januari 2017 | 14:25 WIB

Belanja Iklan Rokok Kretek Terbesar Ketiga di Televisi

Belanja Iklan Rokok Kretek Terbesar Ketiga di Televisi

Bisnis | Kamis, 12 Januari 2017 | 12:58 WIB

DPR: Optimalkan Petani dan Peternak, Impor Daging Bisa Dihentikan

DPR: Optimalkan Petani dan Peternak, Impor Daging Bisa Dihentikan

Bisnis | Selasa, 10 Januari 2017 | 09:13 WIB

Petani Tembakau Minta Gubernur Ganjar Tolak Impor Tembakau

Petani Tembakau Minta Gubernur Ganjar Tolak Impor Tembakau

Bisnis | Selasa, 10 Januari 2017 | 09:01 WIB

Terkini

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:52 WIB

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:42 WIB